Exselsa Wonosalam Jombang Merambah Malaysia

KABAROPOSISI.NET|Jombang, – Sejarah Kopi Exselsa berasal dari Pemerintah Belanda, Kemudian oleh petani lokal dikembangkan sampai dengan sekarang.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Moch Rony ketika di wawancarai di Kantornya menyampaikan sejarah Exselsa dapat kita lihat 5 tahun ke belakang perkembangan kopi belum bangkit.

Bacaan Lainnya

Tetapi dengan adanya generasi muda Mileneal pertanian sudah mulai paham dengan pasar kopi mulai berkembang. Adapun luas kopi di Kabupaten Jombang mencapai 1600,1 hektar terdiri dari kopi arabica seluas 96,1 hektar, kopi robusta seluas 966,9 hektar dan Kopi Exselsa seluas 537,1 hektar. Dengan potensi produksinya keseluruhan total 959 ton itu dari Arabica 43 ton, Robusta 609 ton dan eselsa 306 ton. Mengapa Exselsa sedikit dibanding Robusta dikarenakan tidak ditanam di dataran tinggi dan berkendala memerlukan peremajaan tanaman.

.Dan sejauh ini upaya Dinas Pertanian sudah maksimal dalam mengembangkan kopi Exselsa di Wonosalam dengan beberapa bantuan dari tahun 2017 sudah dibantu dengan bikin pangkas 270 kemudian tahun 2018 dibantu dengan alat palper pelepas kulit dan sudah di fasilitasi dari hulu hingga hilir.

Dari budidaya sampai dengan panen.Akan tetapi fasilitas itu masih kurang.Untuk tahun 2021 dibantu kembali alat glinder palper wasting ( glinder penghalus,palper itu pecah dan wasting untuk menggoreng).

Selain itu juga dibantu peremajaan tanaman di tahun 2019 dengan tujuan untuk melestarikan tanam kopi tersebut. jelasnya

“Dengan adanya dukungan dari sumber dana manapun baik dari Pemerintah Daerah dan Budidaya Otomatis Kopi di Daerah Wonosalam berkembang. Dengan demikian pasar juga mulai tau bahwa kopi yang dihasilkan di Wonosalam kualitasnya bagus dan akhirnya berkembang. Sehingga tahun ini bisa mengeksport sebanyak 12 ton ke Malaysia dengan jenis kopi grimbing (biji),” ucapnya

Menurut Rony, Tidak semua orang menyukai citra rasa dari kopi eselsa terutama pecinta kopi.Hal itu dikarenakan cita rasa kopi Exselsa ini ada rasa asem ada rasa buah dan ada sedikit creamy.

Sementara itu, Berdasarkan data kopi yang diekspor diantaranya ada Kopi Robusta Lampung 5,5ton Arabica Kintamani 5 kwintal kopi Wonosalam 12 ton. Jenis kopi Robusta dan kopi Arabica di Indonesia cukup banyak, sedangkan untuk jenis Exselsa hanya ada di beberapa wilayah yaitu Jombang dan Banyuwangi. Ungkapnya

“Dari budidaya sampai dengan eksport pihak Dinas Pertanian berharap para petani kopi lebih meningkatkan skala produksi,” pungkas kepala dinas pertanian,”(sap)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *