Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Estafet, pasca digelar Pelantikan Anggota BPD Pergantian Antar Waktu (PAW), di tempat yang sama Pendopo kantor Desa Songgon Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Dan di hari yang sama Rabu 27/7/2022 se jam kemudian giliran Kepala Desa Songgon lantik Ketua dan Pengawas Bumdes “DURIAN” Desa Songgon yang baru.
Hadir dalam Pelantikan Ketua dan Pengawas Bumdes “DURIAN” Songgon tersebut Drs. Hardiono (Camat Songgon), Perwakilan Koramil Songgon Serka Pujiyanto, Perwakilan Polsek Songgon Aipda Anton Sugiyanto, SH, unsur BPD, LPMD, Pendamping Desa, HIPPA, Karang Taruna, Tokoh Masyarakat/Pengusaha dan Tokoh Agama setempat.
Mereka yang diambil sumpah dan dilantik sebagai Ketua dan Pengawas Bumdes “DURIAN” oleh Kepala Desa Songgon Muhammad Qoderi, SH diantaranya Hariyanto selaku Ketua Bumdes, H. Ahmad Nur Alchaffaf, Very Yudiyanto, dan Hariyadi selaku Pengawas. Usai diangkat sumpah ke 4 orang tersebut menandatangani berita Acara dan Pakta Integritas sesuai tupoksi masing-masing di Bumdes “DURIAN”. Sebagai bekal keabsahan tugas ke 4 orang penting di Bumdes itu, Kepala Desa Songgon serahkan SK.
“Kami berharap dibawah nahkoda pengurus Bumdes yang baru ini, Songgon akan lebih baik ke depannya, karena apa, Bumdes adalah salah satu roh pembangunan ekonomi yang muaranya iyalah bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Desa Songgon”, harapnya.
Kades Qoderi juga menekankan agar ada sinergi, kordinasi, dan kolaborasi yang kuat antara Bumdes dengan Pemerintah Desa dalam kegiatan-kegiatan tertentu yang bisa saling mendukung dan mensupport menuju satu tujuan yaitu Songgon yang lebih baik lagi.
Camat contohkan salah satunya di Songgon ada “Pak Boneng” yang sudah go publik disebutnya, bahkan mampu membuat buah Durian Songgon go internasional, harus diajak kolaborasi. Pasalnya untuk bisa ekseskusi produk unggulan bisa go publik harus kolaborasi antara go publik, go market, dan go digital. Tegasnya, ke depan Desa Songgon harus bisa mengelola potensi desa yang ada dengan benar, baik sumberdaya alamnya maupun sumberdaya manusianya. Berharap maksimalkan pemberdayaan UMKM, terlebih di Kabupaten ada inofasi UMKM harus naik kelas.
Camat Hardiono minta Bumdes harus ada terdepan soal pengelolan potensi yang ada di Desa Songgon jangan sampai dikuasai orang luar. Maka kata Camat, akuntabel dan transparasi harus di nomersatukan. Sehingga nantinya betul-betul membawa harapan yang baik pada pertumbuhan ekonomi di Desa Songgon. Camat juga minta kepada BPD untuk menciptakan Perdes jangan sampai tidak, karena ukuran kinerja BPD harus berbentuk Perdes. Juga sosialisasi Perdes sehingga menjamin adanya kepastian hukum yang ada diwilayah. (r35).
