Bupati Ipuk Minta Warga Gintangan Bisa Memanfaatkan Terkenalnya Kerajinan Anyaman Bambu Karena Lokasi Yang Strategis Dekat Bandara

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Banyuwangi seolah tidak kehabisan moment dan instrumen untuk bisa menorehkan nama besar Kabupaten di kancah Nasional bahkan Internasional. Keindahan alam juga kekayaan seni budayanya diimbangi dengan sumber daya masyarakatnya yang luar biasa, menjadikan Kabupaten Banyuwangi uwah di tingkat Nasional bahkan Internasional.

Satu contoh kegiatan Gintangan Bambu Festival (GBF) hari ini Sabtu 27/8/2022 yang digelar oleh Pemerintah dan Masyarakat Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari, adalah merupakan bagian dari komponen pendukung angkat citra Banyuwangi. Kegiatan GBF yang sebenarnya rutin dilaksanakan oleh Pemerintah dan Masyarakat Desa Gintangan ini, kini digelar kembali setelah sekira 2 tahun fakum akibat pandemi covid-19. Antusias masyarakat Gintangan dalam mendukung Pemerintah Desanya untuk mensukseskan kegiatan GBF ini terlihat luar biasa.

Hadir dalam acara Gintangan Bambu Festival (GBF) kali ini diantaranya dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani beserta beberapa jajaran SKPD, Wakil Pimpinan DPRD Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH, Anggota DPRD Banyuwangi Wagiyanto, Rifa, Emy Wahyuni Dwi Lestari, jajaran Forpimka Blimbingsari.

Festival Bambu Gintangan diharapkan bisa mengangkat potensi bambu Gintangan menjadi sebuah kerajinan anyaman bambu yang dijadikan berbagai prabot rumah tangga, properti, bahkan kostum karnaval, bisa menjadi icon baru pariwisata Banyuwangi khususnya di Desa Gintangan.  Dengan melibatkan peran aktif masyarakat Gintangan Bambu Festival mampu menjadi tontonan yang spektakuler diharapkan muaranya pada pergerakan ekonomi masyarakat.

Hardiono Kepala Desa Gintangan, dalam sambutan laporannya awali dengan mengucap syukur kepada Allah Swt telah diberi kemampuan menyuguhkan sebuah kegiatan Gintangan Bambu Festival. Kades Gintangan sedikit pamerkan bahwa Gintangan Bambu Festival akhir-akhir ini jadi tranding topik. Dilaporkan bahwa kegiatan Gintangan Bambu Festival murni swadaya masyarakat, disebutnya dengan kekompakan dan kebersamaan masyarakat, Gintangan Bambu Festival dapat terlaksana. Wadulnya, bahwa dengan adanya kegiatan Gintangan Bambu Festival perekonomian di Desa Gintangan terdongkrak dari kegiatan usaha kerajinan anyaman bambu, pelaku-pelaku UMKM bisa tersenyum dan bisa mengembangkan usahanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada kesempatan tersebut sebelum membuka Festival sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Gintangan. Sekilas berkisah bahwa selama 2 tahun Banyuwangi dihadapkan pada persoalan pandemi covid-19, sehingga acara Banyuwangi Festival tidak bisa dilaksanakan. Bupati Ipuk mengucap syukur pandemi covid-19 sudah mulai menurun, namun tetap dihimbau kepada masyarakat untuk waspada dan mematuhi protokol kesehatan.

Bupati Ipuk mengakui bahwa sejak Gintangan Bambu Festival diselenggarakan ternyata luar biasa dan jadi tranding topik, nama Desa Gintangan tersebar ke seluruh Indonesia. Bupati Ipuk berharap ivent Banyuwangi Festival terutama Gintangan Bambu Festival tetap bisa diselenggarakan dalam upaya bersama tidak hanya memenangkan Desa Gintangan, tidak, hanya menarik orang untuk datang ke Desa Gintangan, tapi juga bisa mensejahterakan masyarakat Desa Gintangan dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin baik.

Lanjut Bupati Ipuk, nama Desa Gintangan semakin terkenal, letak posisinya strategis tidak jauh dari Bandara Blimbingsari, tapi kalau nama yang sudah terkenal dan posisi wilayah yang strategis tidak dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Gintangan maka sangat sayang sekali. Bupati Ipuk menekankan kepada masyarakat Gintangan, agar Gintangan tidak hanya terkenal dari sisi usaha kerajinan bambunya saja, tapi diharapkan ada sektor-sketor lain yang bisa dikembangkan di Desa Gintangan.

Bagian akhir kata sambutannya, Bupati Ipuk berpesan kepada masyarakat Desa Gintangan, dalam hal memajukan dan mengembangkan usaha kerajinan bambu boleh mengambil bambu. Tapi jangan lupa bahwa masyarakat punya tanggung jawab untuk tetap menjaga kelestarian pohon bambu dengan melakukan reboisasi atau penanaman kembali agar tidak punah.

Usai sambutannya, Bupati Ipuk membuka Festival dan memberangkatkan karnaval kebangsaan dan tampilan ragam kostum yang dirancang dan dibuat dari bahan anyaman bambu karya putra-putri Desa Gintangan. (r35).

Pos terkait