Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Mungkin dampak dari pandemi covid 19 yang berkepanjangan khususnya pada sektor ekonomi, Pemerintah di tahun 2022 ini mengeluarkan kebijakan pro rakyat yaitu terkait pemanfaatan 20 % Dana Desa (DD) untuk program “Ketahanan Pangan” nabati dan hewani. Yang mana tentang hal tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor : 104 Tahun 2021 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2022.
Dalam rangka itu Pemerintah Desa di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, terpantau sudah banyak yang sudan mendisribusikan kepada masyarakat yang dipandang layak menerima. Salah satunya adalah Pemerintah Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh, Jumat 2/9/2022 Kepala Desa Cantuk H. Masbudi mendistribusikan bantuan 20 % Dana Desa (DD) nya untuk program “Ketahanan Pangan” kepada warganya di Pendopo kantor desanya.
Sebagaimana disampaikan oleh H. Masbudi yang punya talenta seni musik itu kepada awak media dalam konfirmasinya, bahwa membenarkan dirinya atas nama Pemerintah Desa sedang distribusikan bantuan “Ketahanan Pangan” yang sumber anggarannya adalah 20 % dari Dana Desa (DD). Lebih lanjut Kades H. Masbudi urai bantuan dalam bentuk apa saja yang diterimakan kepada masyarakatnya, diantaranya bibit ikan berikut fasilitas kolam pull set media terpal merk orchid beserta kelengkapannya dll.
“Bantuan ini tidak hanya berupa bibit ikan Lele, tapi juga fasilitas berupa kolam pull set terbuat dari terpal merk orchid, terpal terbaik serta paralon pvc sebagai penyangganya yang dijamin kuat sampai 10 tahunan. Selain itu juga diberikan bantuan pakan sentrat yang masing-masing penerima mendapatkan 15 kg, sedang bibit ikan Lele-nya 100 ekoran per penerima, ada yang berupa ayam ternak sepasang jantan betina, bibit tanaman buah jambu, bibit tanaman buah sawo,, dan bibit tanaman buah klengkeng”, urainya.
Menjawab pertanyaan awak media apakah bantuan tersebut untuk perorangan atau ada dalam bentuk kelompok dijelaskannya,
“Bantuan ini kami berikan pada perorangan, tapi karena ada POKMAS yang juga meminta akhirnya kami kasih juga toh itu juga untuk masyarakat juga. Dan jumlah penerima bantuan sebanyak total 180 orang. Yang jelas ini sangat membantu masyarakat”, jelasnya.
Diakhir keterangannya Kades H. Masbudi menyampaiakan harapannya bahwa semua bantuan yang disebutnya sebagai pancingan itu, mampu menggerakkan hati masyarakat untuk selalu melakukan aktivitas positif atau berusaha dan bekerja dengan sedikit bantuan yang telah diterimanya. Dan untuk memastikan program “Ketahanan Pangan” itu efektif dan maksimal berjalan di desanya, Kades H. Masbudi mengaku akan adakan evaluasi.
“Untuk memastikan program ini berjalan, maka saya akan lakukan evaluasi per 3 bulan melihat perkembangan sejauh mana bantuan ini efektif berjalan, jika memang bantuan ini dirasakan manfaat tentu Pemerintah Desa akan mengembangkan progràm dimaksud seperti contoh budi daya ikan Lele, mungkin akan kita anggarkan bantuan filtetisasi atau aerator dan pompa kolam. Sehingga ikan bisa tumbuh sehat dan produksinya bagus, sekali lagi ini sifatnya pancingan atau motifasi agar warga mau berusaha, selain itu sebagai upaya Pemerintah Desa menciptakan situasi atau suasana rileksasi kepada masyarakat, yang muaranya program ini adalah bisa jadi hiburan sekaligus menghasilkan”, pungkas H. Masbudi dengan khas senyum yang memikat itu. (r35).






