Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Sudah jadi rahasia umum bahwa jembatan Ketapang Dusun Kelampokan Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, dilakukan perbaikan total oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU CKPP) Kabupaten Banyuwangi.
Diketahui bahwa jembatan Ketapang yang sedang dalam upaya perbaikan tersebut dibongkar total, dan arus lalu lintas dari dua arah berlawanan tutup total dialihkan. Namun sayangnya sedikit menyisakan masalah yaitu tidak tersedianya jalan alternatif atau jembatan darurat untuk akses masyarakat. Lantaran hal tersebut masyarakat sekitar terutama yang kesehariannya antar jemput anak-anaknya ke sekolah dan mengaji dengan kendaraan roda 2 atau berjalan kaki, mengeluh berharap dibuatkan jalan alternatif meski hanya cukup untuk dilintasi kendaraan roda 2 atau pejalan kaki.
Sementara dampak dari tidak tersedianya jalan alternatif atau jembatan darurat, media dapati anak-anak sekolah yang akan ke dan pulang sekolah terpaksa harus melewati area persawahan. Mengetahui hal itu M. Vahid Faiq Ketua Forum Singojuruh Bersatu angkat bicara untuk turut menyampaikan aspirasi masyarakat. Pria yang lebih akrab dengan nama panggilan Faiq mengatakan, dengan dibangunnya jembatan Ketapang Desa Cantuk sangat mengapresiasi terhadap Pemerintah khususnya Dinas PU CKPP Kabupaten Banyuwangi.
“Saya apresiasi dan terima kasih pada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinaa PU, tetapi ada hal yang perlu saya kritisi dengan tajam, karena menyangkut kepentingan atau hak masyarakat terutama anak sekolah yang diabaikan oleh pihak pelaksana. Seharusnya pembangunan jembatan itu sebelum dimulai pembongkaran pihak pelaksana dahulukan kepentingan umum agar masyarakat sekitar dan anak-anak kita yang sekolah dan mengaji tidak terbebani dengan berjalan kaki apalagi melewati sawah, naik turun jurang, lepas sepatu, belum lagi kalau ada ular kan bahaya bagi anak-anak. Tidakkah terbayangkan, kalau kondisi seperti itu menimpa pada diri kita atau anak-anak kita”, ungkap Faiq aktivis yang sering kali gelar aksi demo itu.
Pasalnya Fa’ik atas nama Forum Singojuruh Bersatu (FSB) meneruskan keinginan masyarakat, meminta pihak pelaksana proyek jembatan menyediakan jalan alternatif alternatif atau jembatan darurat. Juga memohon kepada Forpimka Singojuruh untuk memperjuangkan aspirasi masyarakatnya ke atasannya di Pemerintahan. Hal itu disampaikan karena kata Faiq banyak contoh pengerjaan proyek jembatan bahkan pengecoran jalan diketahui di Banyuwangi tapi masyarakat bisa aktifitas normal karena dikerjakan separo badan jalan dulu.
Sepertinya Vahid Faiq tidak main-main merespon permasalahan tersebut, melalui media menyampaikan worning kepada pihak pelaksana proyek, jika dalam waktu cepat ini permintaan masyarakat tidak dipenuhi, FSB akan mendatangi kantor Pemerintah Daerah Banyuwangi untuk menemui Bupati Banyuwangi. Untuk sementara Vahid Faiq selaku Ketua FSB menyampaikan harapannya kepada Bupati Banyuwangi melalui media dengan mengatakan,
“Kepada ibu Bupati Banyuwangi, kami FSB meminta untuk memanggil pelaksana proyek tersebut untuk secepatnya membuat jembatan darurat sebagai akses alternatif walaupun hanya untuk kendaraan roda dua untuk akses masyarakat antar jemput anak-anaknya ke sekolah dan mengaji”, pungkas dan pintanya. (r35).






