Kabaroposisi.net | Jombang. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan pantau Pelaksanaan Assesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di kabupaten Jombang. Jum’at (23/9/2022).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang Senen ketika ditemui di ruang Dinas menyampaikan bahwa pelaksanaan ANBK telah berjalan dengan baik dan lancar.
“Dari pantauan kami untuk pelaksanaan ANBK yang telah dilaksanakan pada hari Senin tanggal 19 September 2022 sampai tanggal 20 September 2022 telah berjalan dengan baik. Walau ada sedikit kendala dari beberapa lembaga satuan pendidikan pada saat jaringan internet tidak maksimal sehingga pelaksanaan ANBK terganggu, ” ungkap Senen.
Lanjutnya, Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan tentang evaluasi pendidikan. Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.
“Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia.Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau secara kuantitatif,” jelas Senen.
Sementara Asesmen Nasional adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar Sosial-Emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila. “Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, Ber-kebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” tutur Senen.
Lebih lanjut, “Asesmen Nasional ini menjadi salah satu alternatif transformasi pendidikan di tingkat sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, pengajaran, dan lingkungan belajar di satuan pendidikan. Dan melalui
Asesmen yang lebih berfokus, diharapkan perbaikan kualitas, layanan pendidikan bisa semakin efektif,” ujar Senen.
Perlu diketahui Asesmen Nasional terdiri dari tiga instrumen, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Dan tidak semua siswa akan mengikuti Asesmen Nasional. Akan tetapi responden murid akan dipilih secara acak dengan jumlah 45 murid SMP/MTs, serta 45 siswa di satuan pendidikan.(tyas)






