Pada Gebyar Musik Di Desa Kebondalem, Michael : Jangan Pilih Demokrat Karena Beri Bantuan, Pilihlah Demokrat Karena Programnya Yang Pro Rakyat.

KABAROPOSISI.NET.|BANAYUWANGI –Pekarangan halaman Pondok Pesantren “Salafiyah Syafi’iyah” Dusun Kebonrejo Desa Kebonsalem Kecamatan Bangorejo Kabupaten Banyuwangi, Sabtu malam Minggu 24/9/2022. Dibanjiri masyarakat dalam rangka mengikuti acara “Gebyar Musik dan Tasyakuran atas bantuan pavingisasi dari Partai Demokrat Banyuwangi kepada Pokmas Al – Barokah dan Pokmas FORKABA.

Diketahui bahwa lokasi acara Ponpes “Salafiyah Syafi’iyah” Kebondalem milik atau diasuh oleh Kyai Abdul Kholiq yang notabene adalah selaku Dewan Pertimbangan di DPC Partai Demokrat Banyuwangi. Hadir dalam acara yang bisa dibilang spektakuler tersebut Michael Edy Hariyanto, SH (Ketua DPC/Wakil Ketua DPRD Fraksi Demokrat), Julistayo Puji Rahayu (Sek. DPC), Emy Wahyuni Dwilestari (Bendum DPC/Ketua Komisi 3 DPRD Banyuwangi, Iwan Rudiyanto, SH (Bappilu DPC Demokrat Banyuwangi), KH. Masykur Ali (Pengasuh Pinpes Ibnu Sina/Ketua Dewan Pertimbangan DPC Demokrat Banyuwangi, Gus Kholiq (Dewan Pembina), Ikhsan (Kepala Desa Kebondalem), Pokmas FORKABA Dusun Kebonrejo, dan jajaran DPAC Demokrat Bangorejo.

Setelah seremony pembukaan, acara diawali dengan pemberian santunan kepada beberapa Anak Yatim. Doni Suhendro selaku Ketua Pokmas FORKABA ucapkan terima kasih pada semua pihak dan secara spesifik ucapan terima kasih disampaikan kepada anggota DPRD Fraksi Demokrat Emy Wahyuni Dwi Lestari, atas bantuan berupa material untuk pembangunan sarana air bersih untuk masyarakat di lingkungannya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Desa atas bantuan segala urusan administrasi Pokmas FORKABA, akuinya bahwa infrastruktur yang bagus berkat perjuangan Kepala Desa dan pihak yang terkait. Selanjutnya tak jauh dari tajuk acara, Ketua Pokmas FORKABA mengucapkan terima kasih atas bantuan Pavingisasi dari Partai Demokrat, dan berharap tali silaturahmi berkelanjutan ke depannya.

Kepala Desa Kebondalem Ikhsan dalam sambutan penghormatannya mengapresiasi atas kepedulian Partai Demokrat pada masyarakatnya, dan berharap kepada Michael Edy Hariyanto (Ketua DPC Demokrat/Wakil Pimpinan DPRD) Banyuwangi. Untuk membantu mencarikan terobosan-terobosan program yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Sekilas Kades Ikhsan imformasikan program-program yang sudah berjalan dan sampaikan aspirasi masyarakatnya karena kebetulan yang hadir adalah Michael Edy Hariyanto, SH salah satu Pimpinan DPRD dan Emy Wahyuni Dwi Lestari Anggota DPRD dari dapil 4.

Kyai Masykur Ali Ketua Dewan Perimbangan Partai Demokrat Banyuwangi mengedukasi masyarakat dikatakannya bahwa politik itu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Jelasnya, bisa berkumpul-kumpul silaturrahmi dengan aman adalah produk politik, bisa adakan pengajian dan tahlilan dengan aman juga produk politik.

Oleh karena itu kata KH. Maskur Ali ke depan kalau menginginkan produk-produk politik yang bisa mengayomi dan bisa membuat kita aman dan nyaman, pilihlah orang-orang atau pemimpin yang betul-betul peduli dan mengerti keinginan rakyatnya. Selanjutnya KH. Masykur Ali berikan tipe cara memilih pemimpin yang bisa membawa manfaat untuk rakyat, disebutnya harus yang pintar, cerdas dan yang kepribadian dan akhlaqnya baik.

KH. Masykur Ali juga sampaikan kepedulian Partai Demokrat kepada para Kyai Langgar di Banyuwangi, yang mana sebagai wadah selanjutnya dibentuklah Forum Komunikasi Kyai Langgar (FOKKAL), dan di tiap Kecamatan sudan terbentuk Pengurus FOKKAL. Yang kemudian tanpa tebeng aling-aling KH. Masykur Ali yang juga selaku Dewan Pembina FOKKAL itu katakan bahwa tahun 2023 kepada tiap Pengurus FOKKAL di Kecamatan akan dikucurkan dana 50 jutaan rupiah.

Seperti biasa KH. Masykur Ali sosok tokoh yang pernah menjabat sebagai PCNU Banyuwangi belasan tahun itu, ceritakan alasannya kenapa dirinya dan beberapa Kyai yang lain bergabung ke Partai Demokrat. Disebutkan diantaranya yang pertama KH. Masykur Ali dan para Kyai yang lain memandang antara Demokrat dengan Nahdlatul Ulama ada kesamaan visi, yang kedua bahwa Nahdlatul Ulama selama ini keberpihakannya kepada kejujuran dan keadilan bukan berpihak pada kekuasaan dan kekuatan, sementara tak jauh beda dengan Demokrat keberpihakannya kepada rakyat dibuktikan bahwa partai Demokrat koalisinya bukan kepada kekuasaan dan kekuatan tapi lebih memilih berkoalisi dengan rakyat.

Dalam sambutannya Michael selaku Ketua DPC juga Pimpinan DPRD dari Fraksi Demokrat, sekilas urai profile anggota DPRD dapil 4 Emy Wahyuni Dwi lestari. Disebutnya bahwa Emy bukan anggota biasa di DPRD tetapi juga sebagai Ketua Komisi 3, yang punya pengaruh besar terhadap urusan keuangan pendapatan asli Daerah. Michael juga apresiasi pada anggotanya (Emy) yang telah peduli berikan bantuan pembangunan infrastruktur jalan sebanyak 4 titik dan lainnya kepada masyarakat di daerah pemilihannya.

Berikut pada pidato politiknya Michael dengan tegas mengatakan, masyarakat di Pemilu 2024 jangan memilih Demokrat hanya karena memberi bantuan untuk pembangunan.

“Saya tegaskan kepada masyarakat, pemilu 2024 jangan memilih karena saya atau partai Demokrat sudah membantu, jangan itu jadi patokan..!, Tapi lihatlah apa program-program yang partai Demokrat lakukan untuk masyarakat dan pro rakyat selama ini. Jangan dilihat apa yang terjadi sekarang, tapi mari kita lihat bagaimana ke depannya masyarakat bisa lebih sejahtera, tidak susah bisa menyekolahkan anaknya, tidak susah untuk dimakan, itulah program partai Demokrat karena keberadaan partai Demokrat hanya untuk rakyat”, tegas Michael Ketua DPC Partai Demokrat itu.

Pada kesempatan itu pula Michael dengan lantang mengatakan tidak adil bagi rakyat Banyuwangi bila masih banyak rumah masyarakat tidak layak huni, banyak masyarakat yang masih hidup susah tidak mampu melanjutkan sekolah anak-anaknya. Kenapa Michael sebut tidak adil, ditegaskannya karena Banyuwangi sangat kaya sumber daya alamnya. Tanpa canggung-canggung Michael singgung keberadaan Gunung yang isinya emas di Kabupaten Banyuwangi yaitu Gunung Tumpang Pitu, tapi disayangkan kenapa masyarakat Banyuwangi masih banyak yang susah.

Acara pun diakhiri dengan selamatan tasyakuran dan doa bersama dipimpin oleh KH. Abdul Kholiq Pengasuh Ponpes “Salafiyah Syafi’iyah” Kebondalem dan KH. Masykur Ali Pengasuh Ponpes “Ibnu Sina” Jalen Genteng. Sekedar untuk pelipur lara setelah hampir 3 tahun tidak boleh ada hiburan karen covid – 19, malam itu juga disuguhkan hiburan Live Musik untuk maayarakat Kebonrejo, Kebondalem, Bangorejo dan sekitarnya. (r35)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *