Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Meski semua orang bisa, tapi tak semua mampu melakukan apalagi punya kapasitas sebagai penjabat atau tokoh figuran di lingkungannya. Kalaupun ada yang mau melakukan tentu butuh kesiapan mental dan anggapan bahwa dirinya sama dengan yang lain sebagai makhluk ciptaan Allah Swt. Dan menyadari bahwa manusia yang muliya dihadapan Allah bukan karena status sosialnya melainkan tingkat keimanan dan ketaqwaannya.
Yang mana para tokoh muda Sukojati konsep perayaan peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, gelar konvoi atau arak-arakan Kembang Endog istilah Banyuwangi-nya. Kembang Endog adalah sajian berupa butir Telor masak dihiasi dengan bunga terbuat dari kertas. Kembang Endog tersebut ramai-ramai diarak oleh masyarakat menuju Masjid yang selanjutnya dilakukan pembacaan Kitab Berjanji/Asrokol.
Jadi totontonan menarik namun juga patut diapresiasi, dalam rombongan arak-arakan (konvoi) Kembang Endog ada sosok tokoh naiki sepeda motor bonceng ratusan Kembang Endog dan Balon mainan. Dari kejauhan tampak mirip penjual Bunga Hias atau penjual Balon.
Informasinya ada sekira kurang lebih 4000 Kembang Endog yang diarak oleh masyarakat Dusun Krajan yang dipandegani oleh pemuda yang tergabung dalam IKPK dan Remaja Masjid Daru Falah itu. Sesampai di Masjid Darul Falah Dusun Krajan dan usai pembacaan Kitab Berjanji/Asrokol, ribuan Kembang Endog berikut Berkat atau Asahan istilah Banyuwangiannya dibagikan kepada masyarakat. (r35).
