Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Sikap dan prilaku mencintai dan peduli akan lingkungan hidup, mungkin kebanyakan ada pada orang-orang dewasa terutama aktivis lingkungan hidup. Bukan berarti soal cinta dan peduli lingkungan hidup tidak wajar tidak terjadi pada anak-anak. Hanya saja hal tersebut bisa terjadi pada anak-anak yang bisa tergolong pilihan punya nalar pikir seperti layaknya orang dewasa.
Satu contoh yang awak media tangkap informasinya dari Supiyanto Kaur Kesra Pemerintahan Desa Sragi Kecamtan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Disampaikan bahwa di Desanya ada sekelompok anak-anak berjumlah 10 orang anak. Punya aktifitas rutin satu minggu sekali, kais sampah-sampah yang ada di aliran sungai di lingkungannya. Anak-anak tersebut sisir sungai punguti sampah dimasukkan ke kantong-kantong.
Selain membersihkan aliran sungai dari sampah, ternyata anak-anak “DIRANDRA” Desa Sragi juga punguti sampah-sampah yang ada di bahu jalan desanya. Ungkapnya melalui oret-oretannya, mereka lakukan kegiatan tersebut karena merasa prihatin melihat aliran sungai di lingkungannya terlihat kotor karena banyaknya sampah. Sehingga anak-anak “DIRANDRA” gaungkan slogan atas apa yang dilakukannya yaitu, “Sampah Adalah Sumber Masalah”.
