Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Ribuan masyarakat Desa Singojuruh tumpah ruah di acara yang digelar oleh Pemerintah Desa Singojuruh Kabupaten Banyuwangi yaitu “Bumi Angklung” dengan tajuk “Ruwat Ruwat Singomanjuruh”. Acara yang digelar di depan Kantor Desa menjadi lantaran bertemu dan berkumpulnya para Maestro seni Angklung tempo dulu.
Tohan (73 th) salah satu dari mereka (Maestro Angklung), ketika dikonfirmasi awak media mengaku sangat berterima kasih kepada Pemerintah Desa Singojuruh. Karena lantaran kegiatan tersebut dirinya bisa bertemu dan berkumpul kembali setelah puluhan tahun terpisah. Begitu pula Suhadi (75 th) sang Pantus Angklung, merasa sangat dihargai diundang dan dilibatkan dalam kegiatan Bumi Angklung itu.
Terenyuh dengan kehadiran para Maestro seni Angklung Singojuruh yang usianya sudah 70 bahkan ada yang sudah 80 tahunan itu. Dua orang anggota DPRD Banyuwangi Suwito dari Fraksi Gerindra dan Ratih Nur Hayati dari Fraksi Nasdem. Kompak meminta sedikit waktu kepada Panitia, untuk memberikan penghormatan dan tali asih berupa sejumlah uang kepada Maestro seni Angklung.
Secara terpisah Suwito menyampaikan, bahwa dirinya merasa haru dengan keberadaan para pelaku seni yang sudah lanjut usia. Kata Suwito, mereka adalah pahlawan seni yang sudah berkontribusi pada Pemerintah Daerah juga negara. Yaitu mempertahankan dan melestarikan seni budaya yang merupakan aset besar bagi Pemerintah Daerah. Tegasnya, karena seni budaya ini, Banyuwangi bisa dikenal dunia, sehingga jadi daya tarik wisatawan manca negara juga investor. (r35).