Tari Sriyudari Warnai Acara Panen Raya Padi Biofortifikasi Kabupaten Banyuwangi

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur adalah yang pertama kali meluncurkan ekosistem beras Biofortifikasi di Indonesia. Inisiatif program tersebut dibentuk melalui kemitraan strategis Pentahelix antara Pandawa Agri Indonesia, Danone-AQUA, Akademisi IPB University, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Perum Bulog, dan Bank Indonesia.

Gebyar peluncuran ekosistem beras Biofortifikasi berskala industri Kabupaten Banyuwangi, digelar di Rumah Adat Kebo-Keboan Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Rabu 25/6/225. Dikemas dengan acara Panen Raya Padi Biofortifikasi Sunwangi dengan tagline “Ngayomi Bumi, Nguripi Gizi, Njagani Inflasi” (Melindungi Bumi, Menghidupkan Gizi, Menjaga Inflasi).

Bacaan Lainnya

Dari serangkaian seremoni dalam acara tersebut, ada satu momen yang membuat tamu undangan terkesima. Yaitu sebuah tampilan tari Sriyudari yang dikolaborasi dengan perwujudan Kebo-Keboan (Kerbau-Kerbauan). Yang tari Sriyudari menggambarkan perwujudan Dewi Sri yang menurut kepercayaan masyarakat di tanah Jawa. Dalam konteks pertanian, dianggap sebagai sosok Dewi yang melambangkan kesuburan, kemakmuran, dan melimpah ruahnya rejeki dari hasil panen.

Sementara perwujudan Kebo-Keboan (Kerbau-Kerbauan) dalam Panen simbolis dan tampilan tari Sriyudari. Selain karena umumnya petani di tanah Jawa menjadikan hewan Kerbau sebagai salah satu sarana pertanian. Juga sebagai simbul kerja keras petani, bahwa untuk mendapatkan sebuah hasil panen yang melimpah dibutuhkan ikhtiar dan perjuangan. Kebetulan juga di Desa Alasmalang adat Kebo-Keboan yang melekat dengan cerita kehidupan pertani. Yang akhirnya setiap tahun menjadi kegiatan ritual adat warga Desa Alasmalang di bulan Muharam/Suro. (r35).

Pos terkait