Pendangkalan Pada Sungai Badeng (Dam Garit), Jadi Ancaman Bagi Masyarakat Desa Alasmalang

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Menyusul terjadinya peningkatan debit air di Sungai Badeng (Dam Garit) Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa hari ini. Mengusik suasana batin masyarakat terutama yang tempat tinggalnya bersebelahan langsung dengan Dam Garit.

Pasalnya masyarakat Desa Alasmalang trauma peristiwa banjir bandang pada tahun 2017 terulang kembali. Bayang-bayang kepanikan yang dirasakan 8 tahun yang lalu masih menghantuinya. Sehingga setiap kali cuaca hujan turun warga di sekitar Dam Garit fokus perhatiannya pantau debit air. Bukan hanya itu, unsur Pemerintah Desa, Korsda, Kecamatan, Polsek, dan Koramil terlibat melakukan pemantauan.

Bacaan Lainnya

Untuk sementara bila terjadi peningkatan debit air pada Dam Garit, upaya preventifnya adalah ketersediaan alat berat (Eskavator). Mewaspadai terjadinya penyumbatan material bawaan dari hulu pada lobang hidung Jembatan Garit. Pantauan media, setelah terjadi peningkatan debit air beberapa hari lalu pada aliran sungai Badeng, membuat Dam Garit mengalami pendangkalan. Informasi dari Korsda Singojuruh, pendangkalan terjadi dengan ketinggian kurang lebih 3 meter dari dasar sungai.

Karena hal itu, terjadinya pendangkalan pada sungai Badeng (Dam Garit) menjadi ancaman bagi warga Desa Alasmalang. Kepala Desa Alasmalang H. Abdul Munir dalam konfirmasinya membenarkan bahwa warganya resah. Khawatir bila ada kiriman air dari hulu Dan Garit tidak mampu menampung air secara maksimal. Belum lagi bila terjadi penyumbatan pada lobang hidung Jembatan Dam Garit, maka dipastikan air berikut material bawaannya muntah ke pemukiman warga.

“Yang jelas masyarakat kami akan merasa aman dan tenang bila yang pertama Jembatan Garit direnovasi, yang kedua sangat urgen saat ini adalah normalisasi pada Dam Garit mas”, tutur Kepala Desa Alasmalang H. Abdul Munir.

Slamet Riyanto alias Yanto Black salah satu angota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Singojuruh. Dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan,

“Saya kira apa yang jadi keluhan warga Alasmalang harus diprioritaskan, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Apa kita menunggu terjadi bencana dan adanya korban baru akan ambil tindakan ?.., Maaf, saya juga sepakat dengan apa yang disampaikan Mas Rudy di berita, bahwa terkait renovasi Jembatan Garit perlu campur tangan pusat. Karena suara masyarakat Alasmalang tidak didengar oleh Pemerintah Daerah sampai sekarang”, ungkap Yanto Black. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *