Inilah Kontruksi Jembatan Garit Yang Jadi Penyebab Warga Alasmalang Menjerit Tahun 2017

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Menyusul terjadinya peningkatan debit air pada aliran sungai Badeng beberapa hari lalu yang kabarnya juga meregang nyawa bocah remaja. Membuat warga Desa Alasmalang dirundung kekhawatiran khususnya yang berada tak jauh dari Dam Garit Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh.

Menurut warga setempat, ketika di wilayah Kecamatan Songgon terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi dengan durasi waktu yang lama. Memaksa warga Desa Alasmalang beramai-ramai memantau debit air Dam Garit juga Jembatan dikhawatirkan terjadi penyumbatan oleh material bawaan dari hulu. Setelah dapat kepastian informasi debit air di hulu aman, baru warga kembali ke rumah. Kondisi yang seperti itu terjadi, karena warga Desa Alasmalang trauma peristiwa banjir bandang tahun 2017 terulang kembali.

Bacaan Lainnya

Pada hari Sabtu tanggal 28/6/2025 malam hari, air aliran sungai Badeng (Dam Garit) sempat muntah ke daratan karena air berikut material tertahan penyangga tengah Jembatan Garit. Sehingga dibuatlah bunyi-bunyian penanda peringatan kepada warga dengan cara memukul pipa tiang Telkom. Karenanya sontak warga yang mendengarnya berhamburan keluar dari rumahnya menuju jalan raya. Beruntung ada alat berat (eskavator) di Korsda yang selalu siap atasi bila asa material nyangkut di Jembatan.

Bisa dibilang tak tahan dengan kondisi yang sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatannya, warga Dusun Garit, Bangunrejo, Karangasem, dan Dusun Wonorokso Desa Alasmalang. Berkumpul di salah satu Balai Dusun bersama Kepala Desanya, membahas rencana tuntutan atau penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten. Yaitu tentang permintaan dilakukannya renovasi total kontruksi Jembatan Garit, dan normalisasi pada Dam Garit yang mengalami pendangkalan dengan ketinggian sedimen mencapai kurang lebih 3 meter.

Saat warga dari 4 Dusun itu mengadakan pertemuan, hadir juga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Singojuruh Selamet Riyanto alias Yanto Black. Kepada media Yanto mengatakan, pantas kalau warga Desa Alasmalang menyampaikan tuntutan perbaikan Jembatan dan normalisasi. Gebernya, karena sedimen yang menumpuk setinggi kurang lebih 3 meter itu, bila ada kiriman air dari hulu, Dam Garit jelas tidak mampu menampung. Terlebih bila ada bawaan material dan terjadi penyumbatan pada Jembatan.

Tertangkap dari jalannya musyawarah, warga Desa Alasmalang menganggap bahwa kondisi yang menimpanya adalah darurat. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi Pemerintah untuk tidak memenuhi tuntutan warga Desa Alasmalang. Yaitu merenovasi kontruksi Jembatan Garit dan normalisasi pada Dam Garit. Dan sepertinya berencana akan ada gerakan besar-besaran bila aspirasinya tidak mendapat respon dari Pemerintah.

H. Abdul Munir pada pertemuan dengan warganya juga menyampaikan keinginannya agar ada Inspeksi Mendadak (Sidak) dari DPRD Banyuwangi ke Desa Alasmalang. Harapannya agar DPRD mendengar langsung cerita bagaimana kondisi kebatinan warganya tentang kejadian saat terjadi banjir bandang waktu itu. (r35).

Pos terkait