BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Era Volatilitas, Ketidakpastian, Kompleksitas, dan Ambiguitas (VUCA) telah membawa dampak besar pada berbagai aspek kehidupan. Perubahan masa depan yang sulit diprediksi, kemajuan teknologi yang pesat, perubahan iklim, serta dinamika sosial dan politik global menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, permasalahan ini dapat dijawab melalui pendidikan yang berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam.
Pembelajaran mendalam diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam proses belajar siswa, pola interaksi guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa lainnya. Pendekatan ini menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Pengalaman belajar diperoleh melalui proses memahami, mengaplikasikan, hingga merefleksikan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga.
Dalam pembelajaran ini, fokus utama adalah pemahaman konsep yang utuh. Pembelajaran kini berorientasi pada delapan dimensi profil lulusan, yang meliputi keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dengan demikian, diharapkan siswa dapat menjadi individu yang berkompeten dan berkarakter.
Untuk mempersiapkan guru dan kepala sekolah dalam mengimplementasikan pendekatan pembelajaran mendalam, pemerintah melalui BBGTK Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan seluruh Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas melaksanakan kegiatan pelatihan pembelajaran mendalam. Sasaran pelatihan ini adalah kepala sekolah dan guru. Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM) dilaksanakan menggunakan pola In On In, di mana peserta akan melakukan kegiatan pelatihan dengan didampingi oleh fasilitator yang telah dilatih oleh Instruktur Nasional.
Dalam kegiatan pelatihan ini, peserta melakukan aktivitas menggunakan Learning Management System (LMS). Pemanfaatan LMS ini merupakan tantangan era digital saat ini, di mana guru dan kepala sekolah harus mampu menguasai teknologi. Menurut M. Fuad Lukman, pengawas pada satuan pendidikan di jenjang SD yang juga merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan Kecamatan Kokop, penggunaan LMS pada pelatihan PM sangat efisien biaya dan praktis dalam penggunaannya.
Fuad juga menyampaikan bahwa penerapan pembelajaran mendalam akan membawa dampak signifikan bagi guru, kepala sekolah, maupun satuan pendidikan secara keseluruhan. Dalam pelatihan ini, guru dan kepala sekolah dibekali materi seperti Pola Pikir Bertumbuh (Growth Mindset), Konsep dan Kerangka Kerja, Prinsip dan Pengalaman Belajar, Asesmen, Perencanaan Pembelajaran, Implementasi dan Refleksi Perencanaan Pembelajaran, serta Inkuiri Kolaborasi.
Selain itu, kegiatan On Job Training di sekolah masing-masing dan diakhiri dengan In 2 Evaluasi Hasil Implementasi, Berbagi Praktik baik dan refleksi juga menjadi bagian penting dari pelatihan ini. Dengan pola kegiatan ini, diharapkan guru, kepala sekolah, dan satuan pendidikan dapat membentuk budaya sekolah yang kolaboratif dan berorientasi pada proses.
“Dampak dari pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan, penguatan sistem penjaminan mutu internal, serta meningkatkan citra dan kepercayaan masyarakat. Peran kepala sekolah selaku pemimpin pembelajaran sangat penting dalam memberikan motivasi kepada guru-guru dan tenaga kependidikan untuk melaksanakan transformasi pendidikan,” kata Fuad, minggu (3/8/25).
Kepala sekolah, Fuad menambahkan, juga berperan besar dalam mengembangkan kerangka pembelajaran yang meliputi kemampuan pedagogis guru, lingkungan pembelajaran, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital. Dengan dukungan dari semua pihak, termasuk kepala sekolah, implementasi pembelajaran mendalam dapat tumbuh dan berkembang di ekosistem sekolah.
Dengan demikian, pendidikan untuk semua dapat tercapai. Implementasi pembelajaran mendalam ini diharapkan dapat membawa perubahan positif dalam dunia pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak sangat diharapkan untuk mensukseskan program ini.
“Dalam jangka panjang, penerapan pembelajaran mendalam dapat membantu menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan era VUCA. Dengan kemampuan adaptasi, kreativitas, dan kolaborasi yang tinggi, siswa dapat menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan pembelajaran mendalam ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” ujarnya. (Sul)
