Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Dalam pertandingan sepak bola ada beberapa faktor yang bisa jadi pengaruh kalah atau menangnya sebuah tim kesebelasan. Disadur dari beberapa sumber informasi, kemenangan atau kekalahan dalam pertandingan sepak bola bisa karena faktor internal juga eksternal tim.
Faktor internal bisa karena kondisi fisik pemain, kerjasama tim, strategi, dan mental masing-masing pemain. Sementara pengaruh faktor eksternal bisa karena cuaca, kualitas lawan, keputusan wasit. Namun ada juga karena faktor lain di luar perkiraan, yaitu adanya sebuah dukungan moral. Atmosfir di lapangan karena banyaknya dukungan dari penonton pendukung salah satu tim dengan gaya dan cara masing-masing.
Bagi tim sepak bola PKDI Kabupaten Banyuwangi, pada laga dalam rangka PKDI Cup Provinsi Jawa Timur 2025. Sepertinya ada faktor di luar perkiraan yang bisa menjadi pengaruh kemenangannya hingga bisa lolos menuju ke semi final. Tim sepak bola PKDI Banyuwangi yang terbilang dadakan keberadaannya itu, mampu taklukkan lawan-lawannya di Stadion R. Sudarsono Bangil-Pasuruan. Dengan kemenangan telak skor 4-1 lawan Trenggalek, dan skor kemenangan 5-1 lawan Madiun, tentu bukan suatu kebetulan
Dari obrolan-obrolan santai beberapa Kepala Desa notabene pemain Tim sepak bola PKDI Banyuwangi saat lepas lelah di Taman Candra Wilwatikta Pasuruan. Ternyata support dukungan dari Kapolresta Banyuwangi dan beberapa pejabat Pemkab Banyuwangi. Menjadi nutrisi yang membangkitkan syahwat Tim PKDI Banyuwangi bisa dengan mudah mengalahkan lawannya.
“Terus terang saya kehabisan kata-kata yang sangat pas untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Rama Kapolresta Banyuwangi mas. Karena dukungan dari beliaunya, teman-teman jadi semangat luar biasa di lapangan. Mewakili teman-teman Kepala Desa, saya ucapkan terima kasih Pak Kapolresta Banyuwangi, njenengan telah berikan sesuatu yang menurut kami tak bisa dinilai dengan materi. Saya yakin teman-teman jadi haus gol di lapangan salah satu faktor pengaruhnya adalah karena tak ingin kecewakan Pak Kapolresta juga demi nama harum Banyuwangi”, ungkapnya.
Sedikit bertensi penyampaian Budiharto dalam obrolan di Omah Wetan 99 Best Food Choice Pandaan-Pasuruan Sabtu 9/8/2025.
“Kami para Kepala Desa ini hanya bermodal semangat ingin mengharumkan nama Banyuwangi. Kami dengan segala keterbatasan bisa tembus ke semifinal sudah luar biasa dan ini catatan sejarah bagi Banyuwangi. Kami harapkan dukungan, yang lain jangan hanya numpang tenar saja. Sekarang kami bisa ke semifinal bahkan andai jadi juara sekalipun, kami hanya dapat kebanggaan bisa capai itu. Kami tidak akan tenar dan tidak akan dapat pujian, namun kami tetap bangga dan ikhlas demi mengharumkan Banyuwangi. Kami mohon dukungan doa dari masyarakat Banyuwangi, semoga kami bawa pulang kemenangan dan jadi juara”, pungkas Budiharto. (r35).






