Kabaroposisi.net|Sumenep – Sebuah Bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) tepatnya Di Desa Pakandangan Tengah, kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Tiba – Tiba Ambruk hingga ke badan jalan,
Namun, belum di ketahui secara pasti kapan bangunan tersebut dibangun dan apakah bangunan itu pihak desa yang membangun dengan memakai anggaran negara ataukah milik warga desa setempat yang membangun dan mengerjakan sendiri, dan masih menjadi misteri.
Dalam pantauan Media baru-baru ini, Terlihat ada Satu titik yang Ambruk sekira tiga meter dari dalam sepanjang bangunan sekira lima puluh meter. Akan tetapi terlihat bangunan tersebut diduga dikerjakan Asal – Asalan. Bahkan juga terlihat sepertinya adukan semen yang menjadi perekat antara batu ke batu diduga tidak sesuai standar atau spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Dalam pantauan Terlihat jelas bahwa penyusunan batu ke batu tersebut sama sekali tidak menggunakan adukan semen sebagai perekat, kuat dugaan hanya batunya disusun kemudian luarnya langsung lapisi adonan semen atau diplester.
Kemudian Plesteran adalah proses melapisi tembok yang sesuai dengan standar spek dengan campuran bahan seperti semen, pasir hitam, dan air untuk menghasilkan permukaan yang rata dan halus, dan bagian Ini adalah tahap penting dalam konstruksi untuk mempersiapkan serta menghasilkan dinding yang lebih kuat.
Namun hal tersebut tidak ditemukan didalam bekas reruntuhan bangunan, seperti pasir hitam serta plester yang tampak sangatlah tipis dan cara pekerjaannya diduga asal jadi bahkan yang paling dasar sekalipun tampak jelas diduga tidak menggunakan fondasi.
Oleh karena itu bila bangunan tersebut dibangun oleh warga sendiri yang punya tanah tersebut sangatlah wajar karena disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki namun kegiatan tersebut bertujuan baik untuk mencegah tanahnya agar tidak mudah longsor.
Namun jika bangunan tersebut dibangun oleh pihak desa ataupun pihak lain dengan menggunakan anggaran negara, maka hal tersebut sangat perlu diselidiki untuk mendapatkan kepastian hukum agar diproses secara hukum yang berlaku.
Sementara, kepala desa Pakandangan Tengah, kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep saat ini tidak bisa dihubungi, berkali-kali dihubungi melalui ponselnya tidak diangkat, di chat melalui WhatsApp nya belum dibalas, bahkan sampai didatangi kerumahnya belum berhasil ketemu dengan kepala desa, tujuan Untuk konfirmasi tentang bangunan runtuh dan sampai berita ini diunggah, wartawan masih menunggu jawaban kades.(Mr)






