Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Singojuruh Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Sabtu 30 Agustus 2025 sedari pagi hinggaumunan hari, jadi pusat kerumunan masyarakat. Karena memang akhir-akhir ini RTH Singojuruh, jadi langganan untuk tempat kegiatan-kegiatan Agustusan baik tingkat Desa maupun Kecamatan.
Pantauan media di RTH Singojuruh Sabtu pagi itu sedang berlangsung senam ceria oleh IGTKI bersama anak-anak didiknya. Audio sound sistem Air Langga sepertinya cukup memanjakan ibu-ibu dari IGTKI untuk lebih bersemangat lakukan gerakan-gerakan senamnya. Menjadi istimewa, kegiatan senam ceria IGTKI tersebut dibuka oleh Suwito (Ket. BK DPRD Banyuwangi).
Zakkia salah satu Koordinator kegiatan senam ceria IGTKI, mengaku merasa sangat terhormat dan dihargai oleh anggota DPRD dalam hal ini disebutnya Bapak Suwito. Selanjutnya senam ceria IGTKI pun berlangsung, lapangan RTH Singojuruh pun mendadak berubah suasananya jadi riang gembira. Pernak-pernik kostum juga bendera merah putih ukuran kecil yang dibawa anak-anak TK sulap lapangan jadi taman.
Namun pada sekira pukul : 15:00 Wib di RTH Singojuruh tak kalah seru jadi tontonan umum, Kepala Desa Kemiri Panti Utomo bersitegang dengan Suwito Anggota DPRD Banyuwangi. Sehingga membuat orang-orang di sekitarnya baik dari kubu Kades Kemiri maupun kubu Suwito berusaha keras melerai keduanya, suasanapun jadi gaduh nan riuh.
Yang mana Suwito (Anggota/Ketua BK DPRD Banyuwangi ) dalam teatrikal tersebut berperan sebagai Residen Soedirman dan Panti Utomo (Kades Kemiri) sebagai WVC Ploegman. Pada adegan tersebut Residen Soedirman delagasi Indonesia melakukan perundingan dengan WVC Ploegman meminta agar bendera Belanda diturunkan. Namun WVC Ploegman menolak sehingga, Residen Soedirman marah dan terjadilah perkelahian hebat di lobi Hotel Yamato.
Situasi memanas, Sidik yang diperankan oleh H. Fauji tembak mati WVC Polegman karena perudingan gagal. Arek-arek Suroboyo yang dipimpin oleh Suryo yang diperankan oleh H. In’am (Kades Padang), Kusno Wibowo yang diperankan oleh Mura’i Ahmad (Kades Gumirih), Haryono yang diperankan oleh H. A. Munir (Kades Alasmalang), dan pemeran pendukung Eko Wahyudi (Kades Sumberbaru), serta Kuntet. Ramai-ramai pakai tangga naik ke atap Hotel Yamato, melakukan adegan perobekan bendera Belanda.
