Blora Perkuat Layanan Inklusi, Sosialisasikan Unit Baru untuk Siswa Disabilitas

Kabaroposisi.net| Blora – Guna memperluas akses pendidikan bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Dinas Pendidikan Kabupaten Blora secara resmi meluncurkan sosialisasi Unit Layanan Disabilitas (ULD). Sosialisasi yang digelar di Aula UPTD SKB Blora, Kamis (11/9/2025) tersebut, dihadiri oleh seluruh kepala sekolah SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Blora.

Sekretaris Dinas Pendidikan Blora, Nuril Huda, S.P., MM., menegaskan bahwa pembentukan ULD merupakan langkah strategis untuk mengatasi kendala akses pendidikan bagi ABK. Ia mengungkapkan, banyak ABK yang belum tertampung di sekolah reguler akibat keterbatasan infrastruktur dan tenaga pendidik yang kompeten.

Bacaan Lainnya

“Keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Blora juga belum merata di semua kecamatan. Kondisi ini menyebabkan masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) dari kalangan ABK,” jelas Nuril dalam sambutannya.

Kehadiran ULD diharapkan menjadi solusi dengan mempersiapkan setiap satuan pendidikan, mulai dari PAUD, SD, hingga SMP, agar mampu menerima siswa inklusif. Tidak hanya untuk sekolah, ULD juga akan memberikan pelatihan kompetensi khusus bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Materi pelatihan meliputi pemahaman dasar layanan ABK hingga teknik pendampingan oleh terapis.

“Prinsipnya, ABK harus tetap diterima di sekolah. Jika sekolah belum mampu melayani secara penuh, ULD akan memfasilitasi, salah satunya melalui layanan kunjungan rumah (home visit). Hak pendidikan mereka tidak boleh terabaikan,” tegas Nuril.

Fokus layanan ULD pada tahap awal akan diprioritaskan pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Langkah ini diambil mengingat jumlah ABK terbanyak berada pada kelompok usia dini. Dengan penanganan yang tepat sejak dini, proses pendidikan mereka di jenjang SD dan SMP ke depan akan lebih optimal.

Dinas Pendidikan Blora berkomitmen untuk memperluas sosialisasi ULD ke seluruh satuan pendidikan dan koordinator wilayah di kabupaten setempat. Harapannya, layanan pendidikan inklusif dapat diwujudkan secara merata, sehingga tidak ada lagi ABK di Blora yang terkendala mengakses pendidikan.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *