Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Pemerintah Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi, hari ini Selasa 7 Oktober 2i025. Menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka menyusun RKPDes Tahun Anggaran 2026 dan DU- RKPDes Anggaran 2027.
Seperti biasa dalam Musrenbangdes Pemerintah Desa Singolatren selain melibatkan BPD semua unsur Pemerintahan Desa, juga semua elemen masyarakat (Perwakilan). Diantaranya Karangtaruna, insan pendidikan, petani, PKK, Kades Pos Yandu, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama. Sementara dari Pemerintah Kecamatan dihadiri oleh Kasi PMK Atim Suharyono dan Abdali (Staf Kecamatan). Tampak pula kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Singolatren.
Musren diawali laporan oleh Sekdes Singolatren selaku Panitia tentang seputar landasan hukum dilaksanakannya Musrenbangdes berikut sumber anggaran yang digunakannya. Kepala Desa Singolatren Apandi, menyampaikan banyak hal diantaranya soal capaian-capaian kerja dan beberapa kegiatan yang masih atau akan dilakukan. Tak hanya itu, Apandi selaku Kepala Desa tak segan-segan mengajukan permintaan pengawalan hasil Musrenbangdes kepada anggota DPRD yang hadir. Dengan harapan apa yang jadi usulan bisa diakomodir oleh Pemerintah Daerah.
Atim Suharyono PMK Kecamatan Singojuruh, digitalisasi bansos melalui portam perlinsos. Namun demikian kata Atim Suharyono meski melalui perlinsos semua bisa mendaftar sebagai penerima manfaat. Tentang apakah setelah diverifikasi oleh pusat dipastikan mendapat bukan jaminan. Berikut Kasi PMK merambat soal penanganan sampah yana belum maksimal, karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah dengan baik masih kurang.
Sementara baik Michael Edy Hariyanto, Ali Mahrus, Suwito, dan Yuliawan Bambang Sukiyanto, selaku anggota DPRD. Dalam penyampaiannya masing-masing pada intinya menyatakan kesanggupannya gotong royong support anggaran terhadap Pemerintah Desa Singolatren. Wabil khusus prioritasnya pada soal kegiatan pembuatan jalan tembus Dusun Andong menuju Wijenan Lor, yang juga akses pertanian.
Musrenbangdes menjadi semakin hidup tak ubahnya acara reses anggota dewan. Setelah peserta Musren diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan juga usulan kepada anggota DPR yang hadir. Satu per satu akhirnya mengajukan usulan yang mayoritas permintaannya tentang infrastruktur, fasilitas pendidikan dan tempat ibadah. Hanya satu usulan yang menyangkut perberdayaan, yaitu usulan Karangtaruna tentang pembinaan dan pelatihan.
Lagi-lagi karena memang sudah berstampel sebagai wakil rakyat, maka ke empat anggota DPRD itu pun harus menampung aspirasi. Al hasil ada beberapa usulan yang bisa di eksekusi saat itu juga, ada pula yang harus tertunda karena memang perlu persetujuan dari Bupati. Pasalnya pada Musrenbangdes Singolatren kali ini, angin segar dihembuskan oleh para wakil rakyat. (r35).
