Heri GAFA, Pulang Kampung untuk Menyegarkan Harapan

Kabaroposisi.net | Blora – Ada hal yang selalu saya kagumi dari orang-orang yang berani pulang ke kampung halamannya. Bukan karena mereka gagal di luar, tapi karena mereka sadar, kampung halaman juga butuh disentuh. Begitu pula yang dilakukan Mashuri, atau yang lebih dikenal dengan Heri GAFA, pria kelahiran Banjarejo, Blora, yang kini mendirikan pabrik air minum dalam kemasan GAFA di bawah bendera PT Tirto Husodo. Langkahnya sederhana tapi penuh makna: kembali ke tanah kelahiran untuk membangun, bukan sekadar mengenang.

Setelah hampir dua puluh tahun berkarier di dunia finance, Heri memilih jalan berbeda bukan lagi mengejar posisi tinggi di kota besar, melainkan menciptakan lapangan kerja bagi warga kampungnya sendiri. Di Banjarejo, ia membangun pabrik GAFA dengan semangat memberdayakan masyarakat sekitar. Ia ingin membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang seberapa jauh seseorang pergi, tapi seberapa besar ia bisa memberi manfaat saat kembali.

Bacaan Lainnya

Saya melihat Heri bukan hanya sebagai pengusaha, tapi juga sebagai teladan. Di sela kesibukannya, ia masih aktif dalam kegiatan sosial dan menjadi bagian dari RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) Blora. Ia tetap membumi, ramah, dan dekat dengan masyarakat — sosok yang bisa diajak bicara dengan hangat tanpa jarak. Ada keikhlasan dalam setiap langkahnya, sesuatu yang jarang ditemui di zaman serba cepat seperti sekarang.

Keberadaan GAFA di Blora bukan hanya menghadirkan air minum berkualitas, tapi juga menyegarkan harapan masyarakat. Banyak warga yang kini mendapat pekerjaan, banyak keluarga yang terbantu, dan banyak anak muda yang mulai percaya bahwa membangun dari desa bukan hal mustahil. Dari sumber air yang jernih di Banjarejo, mengalir pula semangat untuk tumbuh bersama.

Bagi saya pribadi, apa yang dilakukan Heri GAFA adalah cerminan cinta sejati pada kampung halaman. Ia tidak berteriak dengan slogan, tidak menuntut penghargaan. Ia hanya bekerja, memberi, dan membuktikan bahwa “pulang” bisa menjadi awal dari sesuatu yang besar. Dan dari kisah seperti inilah, Blora menemukan kembali jati dirinya: sederhana, hangat, tapi penuh daya hidup.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *