Fokus Infrastruktur dan Ketahanan Pangan, Musrenbangdes Sembongin Dorong Desa Swasembada

Kabaroposisi.net | Blora – Pemerintah Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk membahas Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026 serta tahap awal perencanaan 2027.

Kegiatan yang berlangsung di aula balai desa itu dihadiri oleh Kepala Desa Sembongin, Muntoha, perwakilan Kecamatan Banjarejo, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Muntoha menegaskan pentingnya membangun desa dengan semangat kebersamaan dan kerukunan. Menurutnya, sinergi warga menjadi kunci agar program pembangunan berjalan tepat sasaran.

“Intinya kita mengajak masyarakat hidup rukun dan berdampingan, supaya pemerintah bisa fokus mewujudkan Sembongin yang lebih baik, maju, dan makmur,” ujarnya kepada kabaroposisi.net, Rabu (29/10/2025).

Dalam forum tersebut, prioritas pembangunan 2026 masih diarahkan pada sektor infrastruktur. Di antaranya pembangunan dam sungai, pengerasan jalan Sembongin–Karangtalun, serta penerangan jalan desa. Muntoha menyebut sebagian usulan warga belum terakomodasi tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran.

“Kami tetap fokus di pembangunan fisik dan pemberdayaan perempuan. Untuk ketahanan pangan, menunggu regulasi dengan menyesuaikan dana desa,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembangunan dam sungai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan debit air sekaligus menunjang ketahanan pangan desa. “Kalau sungai nanti bisa menampung air lebih banyak, otomatis akan memperkuat langkah kita menuju desa swasembada di masa depan,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga, Ahmad, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbangdes yang dinilai terbuka dan partisipatif.

“Semoga semua usulan bisa dikawal dan direalisasikan. Yang penting desa tetap kondusif agar pembangunan berjalan baik,” ujarnya.

Musrenbangdes Sembongin 2025 diharapkan menjadi dasar penyusunan program pembangunan desa yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *