SALEHA Candirejo: Legalitas UMKM Diperkuat, Hartono Tekankan Kolaborasi dan Pemasaran

Kabaroposisi.net | Magetan – Bertempat di Balai Pertemuan Desa Candirejo, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan, telah dilaksanakan kegiatan SALEHA (Sadar Legalitas Berusaha) berupa pelayanan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), Senin (24/11/2025). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkuat kesadaran para pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas usaha.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMPTSP Kabupaten Magetan, S. Condrowati, S.Sos., M.Si., Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Partai Gerindra, Hartono, S.Kom., Kepala Desa Candirejo, jajaran Forkopimca, perwakilan UMKM Magetan, serta sejumlah tamu undangan. Pertemuan ini sekaligus menjadi kesempatan berdialog langsung dengan pelaku usaha lokal.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Hartono menjelaskan bahwa ia ingin bertemu langsung dengan perwakilan pelaku UMKM untuk membahas pentingnya legalitas berusaha. Ia menyebut sekitar 100 pelaku UMKM hadir dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sebagai wakil rakyat, perhatiannya tidak hanya sebatas persoalan infrastruktur seperti jalan rusak, namun lebih pada pemberdayaan masyarakat, terutama mendorong UMKM agar naik kelas dari usaha kecil menjadi lebih besar.

Hartono menegaskan bahwa sinergi antara dirinya, DPMPTSP Magetan, dan pemerintah provinsi sangat penting untuk membantu pelaku UMKM dalam pengurusan perizinan. Ia menilai fasilitas perizinan selama ini sudah tersedia, namun kesadaran masyarakat untuk mengurusnya masih rendah. Berangkat dari pengalamannya sebagai mantan pelaku usaha, ia memahami beratnya memulai bisnis dan ingin menekankan pentingnya legalitas sejak usaha berskala kecil.

Selain soal perizinan, Hartono juga memberikan pemahaman tentang pentingnya manajemen keuangan dan akses permodalan. Ia menilai banyak pelaku usaha di desa mengeluhkan kekurangan modal, padahal akses permodalan sudah banyak tersedia. Namun, akses tersebut membutuhkan legalitas usaha dan pondasi bisnis yang kuat. Ia juga menekankan perlunya kolaborasi dalam proses produksi, agar pelaku UMKM tidak bekerja sendiri dan dapat mengembangkan usaha dengan pola pikir yang lebih besar.

Hartono turut menyoroti pentingnya strategi pemasaran yang harus direncanakan sejak awal sebelum usaha berjalan. Menurutnya, pemasaran harus dirancang dengan tepat mengenai sasaran dan lokasi, serta dilakukan melalui kolaborasi antar pelaku usaha. Ia berharap mindset kompetisi dapat diubah menjadi kolaborasi demi peningkatan kelas UMKM. Sebagai wakil rakyat, ia memastikan bahwa program pokir tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga benar-benar berdampak dan terus dipantau agar mampu menumbuhkan usaha masyarakat di daerah pemilihannya. (pri⁹⁹)

Pos terkait