Menciptakan Lansia Yang SMART, PLKB Kecamatan Singojuruh Adakan Kegiatan Selantang

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Lansia adalah kependekan dari “Lanjut Usia,” yaitu sebutan kepada individu seseorang yang baik usia maupun fisiknya telah memasuki masa tua. Sementara klasifikasi seseorang yang disebut Lansia adalah mereka yang usianya sudah mencapai 60. Kebanyakan seseorang yang usianya sudah 60 tahun ke atas, produktifitasnya sudah berkurang.

Mungkin bagian dari membangun semangat dan tetap percaya diri menjalani hidup mereka di usia tuanya tidak terpengaruh oleh pesatnya modernisasi. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) yang sekarang jadi Kemenduk Bangga (Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga). Gelorakan program pendidikan non formal Selantang (Sekolah Lansia Tangguh). Yaitu sebuah program pendidikan yang dimaksutkan untuk meningkatkan kualitas hidup para Lansia.

Bacaan Lainnya

Sebagaimana dikutip dari beberapa sumber, tujuan dari program “Selantang” adalah menciptakan Lansia yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif (SMART). Dengan cara memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk menjalani usia senja secara berkualitas.

Dalam rangka mendukung program tersebut, Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Melaksanakan kegiatan “Selantang” dengan membentuk BKL (Bina Keluarga Lansia) di beberapa desa yang ada di wilayah Kecamatan Singojuruh. Terpantau awak media kegiatan Selantang oleh PLKB Singojuruh hari ini Selasa 25 November 2025 salah satunya di Desa Singolatren.

Achmad Saidi selaku Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Singojuruh dalam keterangannya menyampaikan,

“Sementara di wilayah Kecamatan Singojuruh kegiatan program Selantang sudah ada di tiga desa, Desa Singolatren, Desa Singojuruh, dan Desa Sumberbaru. Untuk kegiatannya di program Selantang meliputi pelatihan dan informasi mengenai kesehatan fisik dan mental, keagamaan, sosial, dan keterampilan hidup. Manfaat yang diharapkan dari program Selantang ini, membekali lansia agar tetap aktif, mandiri, dan produktif, serta memfasilitasi interaksi sosial yang positif”, paparnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *