Kabaroposisi.net | Kudus – Sekber Wartawan Indonesia (SWI) kembali mencuri perhatian melalui sebuah gagasan besar yang diluncurkan dalam rilis resminya, Senin (1/12/2025) di Kudus. Organisasi pers nasional ini mendorong program sinergi pers–pemerintah untuk menggerakkan ekonomi hijau dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Terobosan ini sekaligus menjadi penegasan bahwa SWI tidak hanya hadir sebagai penyampai informasi, tetapi sebagai motor perubahan nyata di tingkat desa.
Program Gerakan Hijau Nasional yang diusung SWI berangkat dari inovasi anggota SWI DPD Kudus yang juga owner Banana Garden Kudus, Rochmad Taufiq. Ia dikenal sebagai inisiator konsep integrated farming melalui program nabung pisang dan nabung ayam. Gagasan itu semakin matang setelah serangkaian diskusi intens dengan Prof. Dr. Ir. Supriyat Nasir, M.B.A., tokoh visioner dalam strategi ekonomi kerakyatan.
Kedua tokoh ini menegaskan bahwa nabung pisang dan nabung ayam merupakan model usaha keluarga yang murah, mudah, dan selaras dengan program ketahanan pangan nasional Presiden Prabowo Subianto. Usulan tersebut akhirnya diputuskan masuk menjadi rangkaian agenda resmi Munas SWI 2026 yang akan digelar Mei mendatang. Dengan begitu, gagasan hijau SWI kini memiliki payung kelembagaan untuk didorong secara nasional.
Plt Ketum/Sekjen SWI, Ir. Hery Budiman, menyatakan bahwa peran pers tidak lagi cukup hanya menulis berita, tetapi juga mengedukasi dan menggerakkan masyarakat. Melalui SWI, ia menargetkan penguatan desa lewat penghijauan, budidaya komoditas produktif, penguatan UMKM hijau, kampanye ketahanan pangan, dan pendampingan publikasi bagi petani. “Pers harus menjadi jembatan antara rakyat dan pembangunan pemerintah,” tegas Hery.
Keseriusan SWI mempersiapkan Munas Boyolali 2026 terlihat melalui dua rapat besar: Rapat Panitia Munas di Jakarta pada 27 November 2025 serta Rakorwil SWI Jawa Tengah di DPD SWI Kudus. Jawa Tengah digambarkan sebagai “mesin kekuatan” SWI, dengan dukungan penuh dari berbagai DPD seperti Boyolali, Pemalang, Kudus, Karanganyar, Jepara, dan Blora untuk menyukseskan gerakan ekonomi hijau secara nasional.
Dalam Munas SWI 22–25 Mei 2026, SWI akan mencanangkan sejumlah program besar, di antaranya Nabung Pisang Nasional, Jagung 20.000 hektare, Vanili 200 hektare, silo/wood pellet, integrasi pisang–ternak ayam, hingga Gerakan Penghijauan Nasional SWI. Kolaborasi masif dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, akademisi, dan insan media meneguhkan bahwa gerakan ekonomi hijau bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik rakyat dan SWI kini tampil sebagai komponen bangsa yang menanam harapan baru bagi Indonesia.(GaS)
