Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Bertempat di halaman Korsda Pengairan Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Kamis 18 Desember 2025. Berlangsung acara “Sosialisasi dan Pembentukan Kampung Siaga Bencana SINGOMANJURUH”. Ratusan orang dihadirkan dalam acara tersebut yang merupakan delegasi dari 11 Pemerintahan Desa diantaranya Kepala Dusun, Karang Taruna, PKK dan Kadediantaranya serta Linmas.
Acara yang digelar oleh Forpimka Singojuruh bersama tokoh masyarakat tersebut, dihadiri oleh Khoirul Hidayat, S.STP (Kabid Perlindungan Jaminan sosial Dinas PPKB Kabupaten Banyuwangi). Ada perwakilan dari BPBD Kabupaten Banyuwangi, dan juga para Kepala instansi vertikal se Kecamatan Singojuruh.
Semula acara berjalan dengan hikmad, dan hadirin pun terlihat sangat menikmati mengikuti rangkaian acara demi acara. Setelah rangkaian acara sambutan-sambutan oleh para pihak yang berkompeten, ada sebuah situasi yang cukup menegangkan di atas panggung acara. Yang mana beberapa dokter dari Puskesmas Singojuruh tiba-tiba naik ke atas panggung.
Hadirinpun dibuat terbelanga karena melihat sosok tergeletak di atas panggung, dan dilakukan upaya pertolongan oleh dokter karena mengalami jantung terhenti. Terlihat dari kejauhan dokter Puskesmas Singojuruh bersama crewnya, bahu-membahu memberikan pertolongan. Mulai dari memastikan denyut nadi, batuan pernafasan, hingga melakukan pompa jantung dengan cara manual tekan dada berulang-berulang.
Itulah salah satu adegan atau simulasi dalam acara Sosialisasi dan Pembentukan KSB SINGOMANJURUH oleh petugas kesehatan Puskesmas Singojuruh. Yang mana dokter yang bertugas memberikan pemahaman kepada hadirin anggota KSB. Bagaimana ketika terjadi bencana atau pada kondisi tertentu, didapati warga yang tiba-tiba mengalami detak jantungnya terhenti menggunakan media boneka.
