Probolinggo|kabaroposisi.net,- Ancaman banjir bandang yang menggerus tebing sungai di sekitar SDN 1 Andungbiru, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, mendorong pemerintah daerah melakukan penanganan darurat. Satu unit alat berat jenis eskavator serta melakukan pemasangan kawat batu untuk mencegah potensi ambruknya gedung sekolah. 19/12/2025
Langkah cepat ini diambil setelah jarak antara ruang kelas dengan bibir sungai dikabarkan terpaut hanya beberapa meter. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah salah satu bangunan toilet sekolah hanyut terbawa arus banjir bandang.
Dalam perihal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, menjelaskan bahwa penanganan difokuskan pada normalisasi alur sungai dan penguatan tebing untuk menghentikan laju erosi yang mengancam fondasi bangunan sekolah.
“Penanganan kami fokuskan pada perbaikan geometri sungai dan pengamanan tebing agar gerusan air tidak terus mengikis tanah di bawah bangunan sekolah,” ujarnya.
Sebagai langkah penguatan, sebanyak 308 unit kawat batu (bronjong) dipasang pada sejumlah titik yang berpotensi rawan longsor di sepanjang aliran sungai yang melintasi area sekolah. Alat berat juga dioperasikan untuk mengarahkan kembali alur sungai agar tidak langsung menghantam tebing disisi sekolah.
Upaya penyelamatan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas OPD, mengingat keterbatasan anggaran dan tingginya tingkat urgensi penanganan. Dinas PUPR bertanggung jawab atas penyediaan bronjong dan alat berat, sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo menanggung biaya operasional pekerjaan di lapangan.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menegaskan bahwa sinergi lintas satker pada Organisa Pemerintah Daerah menjadi kunci agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efesien.
“Kondisi ini bersifat darurat terlebih menyangkut keselamatan siswa serta tenaga pendidik. Karena itu, kolaborasi anggaran dua dinas mutlak diperlukan,” tegasnya.
Dengan pemasangan bronjong dan normalisasi pada aliran sungai, pemerintah daerah berharap potensi longsor susulan dapat ditekan. Target utamanya adalah memulihkan rasa aman bagi siswa dan guru, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung secara normal tanpa diliputi kekhawatiran.
Melalui pemasangan bronjong dan pelaksanaan normalisasi pada aliran sungai, Pemerintah Daerah berupaya menekan potensi terjadinya longsor di sekitar lingkungan sekolah. Langkah ini ditujukan untuk menjamin keselamatan pelaksanaan aktivitas belajar mengajar. (*)
