Kabaroposisi.net | Ngawi – Komitmen mendukung kesejahteraan petani terus ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Dapil IX Fraksi Partai Gerindra, Hartono, S.Kom. Melalui program Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2025, Hartono menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsinta) kepada Kelompok Tani Sri Asih di Dusun Sambi Pasar, Desa Jambangan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jumat (19/12/2025).
Hartono menjelaskan, dalam P-APBD 2025 dirinya mengusulkan sejumlah program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Mulai dari bantuan permodalan UMKM, bantuan alsinta, hingga revitalisasi rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Alhamdulillah, bersama BoloHartono kami bisa menyerahkan bantuan alsinta kepada Kelompok Tani Sri Asih. Ini bentuk dukungan kami agar produktivitas pertanian di Ngawi terus meningkat,” ujar Hartono saat dikonfirmasi, Sabtu (20/12/2025).
Meski bantuan mesin cultivator atau penanam padi yang disalurkan baru satu unit, Hartono menyebut hal tersebut tetap patut disyukuri. Keterbatasan kuota dari OPD terkait menjadi alasan jumlah bantuan masih terbatas.
“Awalnya ada kekhawatiran dari beberapa petani bahwa alat ini tidak bisa digunakan. Tapi setelah uji coba, ternyata hasil penanamannya cukup bagus,” imbuhnya.
Hartono berharap, keberhasilan uji coba ini bisa menjadi pintu masuk untuk program lanjutan. Ia pun menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Tak hanya di sektor pertanian, Hartono juga menyebut sejumlah program lain telah berhasil direalisasikan, salah satunya bantuan permodalan UMKM. Lebih dari 100 pelaku UMKM di Kabupaten Ngawi telah menerima bantuan tersebut, khususnya bagi pelaku usaha yang masuk kategori desil 1–5 dan belum menerima bantuan sosial lainnya.
“Ini hasil kerja sama dengan Dinas Sosial Jawa Timur dan Dinas Sosial Ngawi. Walaupun belum bisa menjangkau semuanya, ini bentuk keseriusan kami memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tegasnya.
Di akhir, Hartono menyampaikan permohonan maaf jika program belum bisa merata, mengingat keterbatasan waktu dan informasi pengusulan. Ia berharap ke depan program serupa dapat hadir dengan jangkauan yang lebih luas.
“Semoga ke depan semakin banyak program yang bisa kami perjuangkan demi kesejahteraan masyarakat Ngawi,” pungkasnya. (pri⁹⁹)






