Kabaroposisi.net | Magetan – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan dalam rangka hari bakti pupr melakukan penebangan dan pemangkasan pohon rawan tumbang sebagai langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem. Kegiatan ini dilakukan menyusul peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Jawa Timur.
Penanganan tersebut difokuskan pada ruas-ruas jalan utama dan jalur strategis yang memiliki banyak pohon berusia tua serta berpotensi membahayakan pengguna jalan. Selain itu, langkah ini juga bertujuan meminimalisir risiko pohon tumbang yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas maupun keselamatan masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan bahwa kegiatan penebangan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan rekomendasi teknis. Menurutnya, mitigasi ini menjadi bagian dari upaya preventif menghadapi dampak cuaca ekstrem.
“Kami menindaklanjuti informasi dari BMKG terkait potensi cuaca ekstrem dengan melakukan penebangan dan pemangkasan pohon yang dinilai rawan tumbang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan akses jalan tetap aman dan lancar,” ujar Muhtar Wahid.
Ia menjelaskan, proses penebangan dilakukan secara selektif dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan. Pohon yang ditebang merupakan pohon tua, rapuh, atau condong ke badan jalan sehingga berisiko tinggi saat terjadi hujan deras dan angin kencang.
Sementara itu, Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tidak mengganggu aktivitas warga. Pengaturan lalu lintas dilakukan di sejumlah titik selama proses penebangan berlangsung.
Sebagai penutup, Muhtar Wahid mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melaporkan jika menemukan pohon atau infrastruktur yang membahayakan.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif melaporkan kondisi di lapangan. Sinergi ini penting agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
