Kongres Biasa Tahunan PSSI Banyuwangi, SSB dan Klub Sepak Bola, Bakal Bisa Lakukan Pembinaan Secara Maksimal

Oplus_131072

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Di Aula lapangan AHY FC Desa Bubuk Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi, Sabtu 27 Desember 2025, digelar Kongres Biasa Tahunan PSSI Banyuwangi. Kongres Bisa Tahunan ini digelar kali pertama PSSI Banyuwangi di masa kepemimpinan Michael Edy Hariyanto, SH., MH.

Hadir dalam Kongres tersebut selain para Exco PSSI ( Executive Committee Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia ). Juga para pengelola Klub, SSB, dan Asosiasi sepak bola se Kabupaten Banyuwangi. Dari sekitar 80 an lebih Klub sepak bola/SSB yang ada di Banyuwangi hadir sebanyak 75, artinya sarat sahnya dilaksanakannya Kongres sudah memenuhi kuorum.

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, tampak pula pada Kongres Biasa Tahunan PSSI Banyuwangi tersebut, kehadiran perwakilan dari Asprov PSSI Jawa Timur Arif (Deputi Sepak Bola PSSI Provinsi Jawa Timur), dan Khoirullah (Ketua Koni Kabupaten Banyuwangi). Kongres dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars PSSI.

Dalam sambutan pembukanya Michael Edy Hariyanto, SH., MH selaku Ketua ASKAB PSSI Banyuwangi sampaikan bahwa, Kongres Biasa Tahunan PSSI Banyuwangi digelar sebagaimana amanah dari Asprov PSSI Jawa Timur. Tegasnya, apa saja arahan dari Asprov Jatim untuk kemahuan bola di Banyuwangi pasti dilaksanakan.

Berikut Michael mulai masuk pada intinya yaitu dikatakannya bahwa mengurus sepak bola ketersediaan anggaran menjadi penentu bagaimana sepak bola di Banyuwangi bisa maju.

“Tanpa ketersediaan anggaran yang cukup, orang yang pintar mengatur sepak bola pun tidak akan bisa menjalankan programnya. Karena PSSI Banyuwangi tidak hanya sekadar ada klub sepak bola, ada SSB dan sebagainya tanpa ada kemajuan. Tapi bagaimana di Banyuwangi ini bisa ada klub-klub sepak bola yang mampu mencetak pemain bola berkualitas. Dan untuk itu perlu adanya sebuah pembinaan salah satunya adalah melalui SSB yang ada di Banyuwangi. Untuk bisa melakukan pembinaan secara maksimal maka butuh anggaran”, ungkapnya.

Dari apa yang diuraikannya, awak media menangkap program PSSI Banyuwangi dibawah komando Michael Edy Hariyanto ini. Ke depan lebih memprioritaskan penguatan dan pembinaan sepak bola usia dini melalui SSB, serta penyegaran keberadaan klub sepak bola. Terkait kebutuhan anggaran Michael mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak eksekutif, karena yang punya anggaran adalah pihak eksekutif dalam hal ini Bupati.

Pada kesempatan itu Michael juga singgung soal kecurigaan di luar yang mengatakan bahwa dirinya memanfaatkan PSSI Banyuwangi sebagai alat politik. Dengan tegas Michael katakan bahwa dirinya tidak akan bawa-bawa urusan sepak bola pada kepentingan politik dirinya.

“Melalui kesempatan ini saya tegaskan, saya tidak akan bawa-bawa urusan sepak bola untuk kepentingan politik. Justru sebaliknya, kapasitas dan kekuatan yang saya miliki di politik, baik selaku pimpinan partai juga sebagai salah satu pimpinan di DPR. Akan saya gunakan untuk bagaimana bisa memajukan sepak bola di Banyuwangi”, jelasnya disambut aplouse hadirin.

Michael meyakini bahwa pihak eksekutif akan mendukung ketersediaan anggaran selama bisa meyakinkan tidak main-main dengan anggaran dan benar-benar digunakan untuk memajukan sepak bola di Banyuwangi. Oleh karena itu kepada pemilik klub sepak bola dan SSB yang hadir, Michael tegaskan. Kalau ingin maju sepak bola di Banyuwangi maka harus sungguh-sungguh dan berubah serta mengikuti aturan PSSI. Ditekankan juga agar klub/SSB yang ada untuk segera punya AHU, karena dikhawatirkan ada kompetisi yang syaratnya harus yang sudah punya Kemenkumham.

Arif Perwakilan dari Asprov (Deputi Sepak Bola PSSI Jawa Timur) mengapresiasi kinerja dan apa yang dilakukan oleh PSSI Banyuwangi yang dipimpin oleh Michael Edy Hariyanto. Arif menyampaikan bahwa pada bulan Juni kemarin ada perubahan statuta. Sekarang statuta tidak hanya milik semua tapi satu untuk seluruh PSSI Kabupaten/Kota.

Artinya dengan peraturan organisasi seperti ini, diharapkan para pemilik klub-klub sepak bola di Banyuwangi, bisa mensosialisasikan adanya aturan yang baru. Kompetisi harus dilindungi, contohnya adalah wasit, pelatih itu harus berlisensi. Untuk itu Asprov mendorong pada PSSI Banyuwangi untuk segera mengadakan pelatihan/kursus baik pelatih maupun wasit. Karena keberadaan wasit dan pelatih yang berlisensi adalah penopang utama untuk melaksanakan kompetisi.

Dijelaskan juga bahwa kompetisi yang wajib dilakukan oleh PSSI Kabupaten/Koya adalah kompetisi kelompok usia 13 dan usia 15 tahun. Untul kompetisi U-10, U-12 tidak wajib, namun kalau ada yang mengadakan selain PSSI boleh saja selama untuk pembinaan. Arif juga minta agar sekertaris PSSI Banyuwangi untuk memberikan statuta yang baru maupun peraturan organisasi kepada para pemilik klub sepak bola.

Sementara Khoirullah (Ketua Koni Banyuwangi), senada dengan Asprov Jatim, mengapresiasi kepempimpinan Michael di PSSI Banyuwangi. Ketua Koni menilai Michael bukan hanya suka bola, tapi penggila bola sehingga apapun diberikan untuk kemajuan sepak bola. Pertanyaannya kata Khoirullah, nanti setelah Michael tidak jadi Ketua PSSI Banyuwangi, siapa kira-kira yang bisa seperti Michael.

Selaku Ketua Koni Khoirullah juga berpesan, agar para pemilik klub sepak bola di Banyuwangi kompak satu tekat bersama PSSI. Kepada PSSI Banyuwangi disarankan untuk hindari silang pendapat di luar bila ada persoalan internal. Selesaikan dengan baik di internal, dan sampaikan dan percayakan saja pada Ketuanya untuk menyelesaikannya.

Intinya secara keseluruhan Kongres Biasa Tahunan PSSI Banyuwangi yang dipandu oleh Rudi Hartono Latief dan M. Abbas berjalan lancar. Yang mana laporan kinerja PSSI sebelumnya tidak ada yang dipersoalkan oleh peserta Kongres. Karena faktanya yang terjadi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh PSSI Banyuwangi lebih over dibanding ketersediaan anggarannya. Berikut paparan program-program PSSI Banyuwangi tahun 2026 juga tidak ada yang dipermasalahkan. Justru ada yang minta ditambahkan satu kegiatan lagi yaitu agar PSSI Banyuwangi adakan Gala Desa. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *