KABAROPOSISI.NET|Blora – Pemerintah Kabupaten Blora mulai serius mendorong Seni Barongan naik kelas ke panggung dunia. Setelah berstatus Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak 2017, kini Barongan Blora disiapkan untuk diusulkan sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO, langkah strategis yang menandai keseriusan daerah dalam melindungi sekaligus mempromosikan identitas budayanya.
Keseriusan itu terlihat dari rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di ruang Rapat Bupati Blora, Senin (19/1/2026). Pemkab Blora menggandeng komunitas Barongan, dewan kebudayaan, hingga tim teknis nasional untuk membedah kesiapan dokumen, peta jalan, dan strategi pengusulan ke UNESCO agar tidak sekadar wacana seremonial.
Sejumlah narasumber nasional dihadirkan, mulai dari Tim Teknis Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen RI, Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta, hingga akademisi ITB. Mereka menekankan bahwa pengusulan UNESCO menuntut bukti kuat: tradisi hidup, peran komunitas, pewarisan lintas generasi, serta komitmen pelestarian yang nyata, bukan klaim sepihak.
Sekretaris Daerah Blora, Komang Gede Irawadi menegaskan, hasil rapat akan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim khusus dan penyusunan action plan. Menurutnya, pengusulan Barongan ke UNESCO hanya bisa terwujud jika semua pihak satu niat dan bekerja sistematis sejak awal, termasuk pemetaan tugas, penguatan data, dan konsistensi pelestarian di akar rumput.
Sementara itu, peneliti Barongan, Dr. Muchisin menilai Blora memiliki posisi kuat untuk menginisiasi pengusulan karena perkembangan Barongan yang masif hingga pelosok desa, lengkap dengan ekosistem seniman dan produsennya. Dukungan penuh juga datang dari Paguyuban Seni Barongan Blora yang menilai langkah ini sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap budaya rakyat, agar Barongan tidak hanya bertahan, tetapi benar-benar diakui dunia.(GaS)






