Tragedi Soto Maut Tembus 118 Korban MBG

Foto siswa SMA 2 Kudus yang menjalani perawatan (Sumber: Dinkes Kudus)

KABAROPOSISI.NET|Kudus, – Kamis kelabu menyelimuti SMA Negeri 2 Kudus. Apa yang bermula sebagai jam pelajaran biasa, berakhir menjadi operasi penyelamatan massal ratusan siswa yang tumbang akibat Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dikutip NewsTujuh dari Berita Update, laporan awal yang menyebutkan puluhan siswa tumbang, kini terkoreksi tajam.

Bacaan Lainnya

Hingga Jumat sore (30/01), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengonfirmasi 118 siswa harus dilarikan ke tujuh rumah sakit berbeda, termasuk RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Mardi Rahayu, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Bahkan, sejumlah guru yang turut menyantap hidangan tersebut dilaporkan ikut menjadi korban.

Petaka ini diduga kuat berasal dari menu MBG yang dibagikan pada Rabu (28/1). Paket makan siang berisi nasi, soto ayam suwir, tempe, dan taoge yang seharusnya menjadi asupan gizi, justru berubah menjadi racun.

“Ayamnya asem, Mas. Baunya aneh, kayak sudah basi,” ungkap salah satu siswa yang kini terbaring lemas dengan jarum infus di tangan.

Pengakuan ini menjadi tamparan keras bagi penyedia layanan SPPG Purwosari, selaku vendor yang bertanggung jawab atas ribuan porsi makanan di 13 sekolah di Kudus Jawa Tengah.

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, secara terbuka menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan seluruh korban.

Di lapangan SMA 2 Kudus, situasi sempat berubah chaotic. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan momen dramatis ketika salah satu unit ambulans yang hendak bermanuver justru terjebak dalam lumpur lapangan yang becek.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, yang langsung turun ke lokasi dan menjenguk korban di RSUD, menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan ditanggung pemerintah melalui skema UHC (Universal Health Coverage) BPJS Kesehatan. Sampel makanan dan feses korban kini telah dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.

Sebelumnya viral, ratusan pelajar SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, dilaporkan mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Grtis atau MBG.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pemkab Kudus per Jumat (30/1/2026), jumlah siswa yang mengalami keracunan hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit mencapai 118 orang.

“Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” kata Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kudus Mustiko Wibowo di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Mustiko menjelaskan para siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus dilaporkan mulai mengalami gejala keracunan pada Rabu (28/1/2026).

Sementara itu, wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMAN 2 Kudus Dwiyana mengatakan awalnya gejala keracunan dirasakan guru terlebih dulu.

Menurutnya, guru mulai merasakan gejala usai menyantap kiriman MBG dari SPPG Purwosari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB.

“Awalnya keluhan sakit perut dan diare muncul di kalangan guru. Setelah itu, banyak siswa yang mengeluhkan perut sakit, mual, pusing, dan diare,” kata Dwiyana dikutip Antara.
Namun, sebagian besar siswa dan guru memilih menjalani perawatan di rumah.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *