Warga Gombol Tasyakuran Sekaligus Peringati Malam Nisfu Sa’ban dan Haul Sesepuh Pendahulunya

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Warga Dusun Gombol Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Minggu 1 Februari 2026, gelar acara Tasyakuran/Peresmian Masjid Baitul Muttaqin. Dirangkai dengan memperingati malam Nisfu Sa’ban dan Houl sesepuh para Pendahulunya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Benelan Kidul Habib Ali Mustofa, Bupati Banyuwangi diwakili oleh Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si, Kapolresta Banyuwangi diwakili oleh AKP Achmad Rudy, SH dan Dandim 0825 Banyuwangi diwakili oleh Batuud Pos Ramil 0825/13 Singojuruh Pelda Samsul. Sementara sebagai penceramah dihadirkan KH. Nurul Muqorrobin, S. Pd, dan Ir. KH. Agus Thoha Al-Amnani.

Bacaan Lainnya

Menjadi pembuka acara KH. Nurul Muqorrobin menyampaikan tauziah singkat tentang keistimewaan malam Nisfu Sa’ban dan bulan Ramadhan. Selanjutnya Supyan (Kepala Dusun Gombol), menyampaikan sambutan penghormatan mewakili Takmir Masjid dan Panitia Pembangunan Masjid “Baitul Muttaqin”. Dalam sambutannya Supyan menyampaikan bahwa pembangunan Masjid “Baitul Muttaqin” sumber dananya murni swadaya dari masyarakat.

Supyan atas nama masyarakat Dusun Gombol dan Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin, sehubungan dengan ketidakhadiran Bupati Banyuwangi. Titip salam kepada Camat Singojuruh untuk diteruskan kepada Bupati Banyuwangi. Bahwa pembangunan Masjid Baitul Muttaqin belum selesai 100 % mohon sumbangsih dari Bupati Banyuwangi.

Pada kesempatan tersebut, Supyan sekilas menceritakan historis asal muasal berdirinya bangunan Masjid di Dusun Gombol. Bahwa, tokoh Gombol yang pertama kali bergagas mendirikan Masjid adalah bernama Arliyun yang oleh masyarakat Dusun Gombol dikenal dengan sebutan nama Buyut Mudin Arliyun. Yang mana Buyut Mudin Arliyun dipercaya dan dihormati oleh masyarakat Gombol di masanya. Selain karena kealimannya juga karena ada kelebihan-kelebihan lain yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia biasa.

Mengabadikan jasa dan keistimewaan Buyut Mudin Arliyun, pada 4 penyangga utama Masjid Baitul Muttaqin ditancapkan kayu peninggalan bangunan Masjid lama. Yang mana konon menurut cerita tokoh masyarakat, tidak ada jenis pepohonan di Dusun Gombol yang sama seperti jenis kayu yang Buyut Arliyun gunakan pada Masjid buatannya.

Kenapa kayu lama itu tetap dipasang ?, karena kata Supyan, saat pertama kali mau dilakukan rehab pada tahun 2018. Banyak tokoh Gombol yang memilih mundur tidak tanggung jawab kalau kayu peninggalan Masjid lama tidak dipakai. Lalu apa alasan tokoh Gombol tetap mengabadikan kontruksi kayu bangunan Masjid lama itu ? Jawabannya tidak bisa dijelaskan dengan cukup berkata-kata melainkan harus disertai pemahaman di luar nalar manusia biasa.

Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si dalam sambutannya permohonan maaf kepada masyarakat, atas ketidakhadiran Bupati Banyuwangi. Jelasnya, sedianya Bupati bermaksut untuk bisa hadir, namun karena ada tugas mendadak demi masyarakat Banyuwangi, akhirnya kehadiran Bupati terpaksa diwakilkan.

Selanjutnya Camat Yos, yang baru beberapa hari bertugas di Kecamatan Singojuruh, pada kesempatan tersebut. Berkesempatan untuk perkenalkan diri tentang tugasnya sebagai Camat yang baru di Kecamatan Singojuruh. Camat Yos mengapresiasi masyarakat Dusun Gombol yang mampu mewujudkan sebuah bangunan Masjid mewah dan bagus. Camat berharap dengan keberadaan Masjid yang baru, masyarakat Gombol semakin giat dan istiqomah dalam melaksanakan ibadah.

Camat Yos mengajak masyarakat untuk tetap semangat dan medukung program-program pemerintah diantaranya Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Karena kata Camat, program MBG dan KDMP adalah program strategis nasional Presiden Prabowo Subiyanto. Yang tentu ke depan bisa membuat rakyat Indonesia lebih sejahtera mandiri dan berdaulat di bidang ekonominya.

Ir. KH. Agus Thoha Al-Amnani dalam tauziahnya menegaskan penceramah sebelumnya soal keistimewaan malam Nisfu Sa’ban. Diharapkan juga Masjid yang baru bisa makmur sesuai dengan keperuntukannya terutama untuk sholat berjama’ah. KH. Agus Thoha juga mengagumi ketokohan Buyut Arliyun, yang disebutnya bukan warga asli Gombol. Tapi meninggalkan jejak kebagusan sehingga sampai sekarang dikenang ketokohannya oleh masyarakat Gombol.

Sedikit terkutip dari apa yang disampaikannya, bahwa hidup yang paling penting itu terhiasi dengan sholat, hiasi dengan suami yang selalu memperhatikan istrinya dengan kasih sayang, dan dihiasi dengan seorang istri tidak taat pada suaminya. Ada doa 3 perempuan yang bisa nembus langit ke 7, yang pertama doa seorang ibu untuk anaknya, ke dua doa seorang anak perempuan untuk orang tuanya, dan doa istri yang sholehah untuk suaminya. Akhiri ceramahnya KH. Agus Thoha Al-Amnani ajak hadirin isthozah singkat mendoakan almarhum-almarhumah sesepuh Gombol. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *