Pelajar Randublatung Disiapkan Jadi Garda Terdepan Penjaga Hutan Blora

KABAROPOSISI.NET|Blora – Pengelolaan hutan lestari di Kabupaten Blora kini diarahkan pada pendekatan yang lebih menyeluruh dan berjangka panjang. Di tengah tekanan perubahan iklim, kebutuhan ekonomi, serta ancaman alih fungsi lahan, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Randublatung menegaskan komitmennya menjaga kelestarian hutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi. Hutan tidak lagi dipandang semata sebagai sumber produksi, melainkan sebagai sistem kehidupan yang harus dijaga keberlanjutannya.

Administratur KPH Randublatung, Heri M. Putra, menegaskan bahwa hutan memiliki peran vital bagi keberlangsungan masyarakat sekitar. Menurutnya, hutan adalah penyangga air, tanah, udara, sekaligus ruang hidup sosial masyarakat. Karena itu, pengelolaan hutan lestari dimaknai sebagai upaya menjaga seluruh fungsi ekologis tersebut tetap berjalan, sembari tetap memberikan manfaat ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya

Untuk mewujudkan hal tersebut, KPH Randublatung menerapkan berbagai langkah strategis, mulai dari rehabilitasi lahan pasca-pemanfaatan, perlindungan kawasan dari pembalakan liar, hingga penerapan sertifikasi pengelolaan hutan produksi lestari. Selain hasil hutan kayu, potensi hasil hutan non-kayu seperti getah, madu, tanaman obat, dan jasa lingkungan juga terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi multi-usaha kehutanan yang ramah lingkungan.

ADM KPH Randublatung menilai perubahan paradigma pengelolaan hutan menjadi kebutuhan mendesak di era saat ini. Model pengelolaan berbasis lanskap dinilai mampu menjaga keseimbangan antara konservasi dan pemanfaatan. Tantangan terbesar bukan hanya kerusakan hutan, tetapi juga rendahnya kesadaran generasi muda. Karena itu, KPH mulai memperkuat program edukasi lingkungan bagi pelajar di Randublatung dan sekitarnya sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan hutan.

Pandangan tersebut sejalan dengan suara masyarakat sipil. Aktivis lingkungan Front Blora Selatan, Iwan Blancak Ngilo yang hari Kamis 5/02/2026 bertemu dengan ADM KPH Randublatung bersama Waka Adm serta beberapa Staf, menekankan bahwa pelestarian hutan tidak bisa dibebankan hanya pada institusi. Menurutnya, pelajar harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan nyata seperti penanaman pohon, pengenalan ekosistem, dan kampanye lingkungan. Hutan jati Blora, kata Iwan, bukan hanya warisan ekologis, tetapi juga identitas budaya yang harus dikenali dan dijaga oleh generasi muda.

Melalui kolaborasi antara KPH, masyarakat, aktivis lingkungan, dan pelajar, upaya pelestarian hutan di Randublatung terus tumbuh menjadi gerakan bersama. Di tengah tantangan perubahan iklim global, hutan berperan penting sebagai penyerap karbon dan penjaga keseimbangan ekosistem. Dengan memadukan konservasi, keberlanjutan ekonomi, dan pendidikan lingkungan, Randublatung berupaya menjadi contoh bahwa hutan dapat tetap lestari sekaligus memberi manfaat nyata bagi generasi hari ini dan masa depan.(GaS)

Pos terkait