SPPG Polres Blora Jadi Percontohan Nasional, Wakil Bupati: Ada 71 Titik Sudah Berjalan

KABAROPOSISI.NET|Blora – Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini bersama Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Jumat (13/2/2026). Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari peresmian SPPG Polri serentak se-Indonesia yang sebelumnya telah diluncurkan di wilayah tersebut. Dalam kunjungan itu, Sri Setyorini mengapresiasi langkah cepat jajaran Polres Blora yang dinilai progresif dalam mengoperasikan dapur umum sehat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, SPPG Polres Blora II di Jepon beberapa waktu lalu sudah kita resmikan bersama Pak Bupati. Saat ini sudah 71 SPPG yang berjalan di berbagai titik,” ujar Sri Setyorini saat meninjau lokasi. Ia menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap pelayanan yang diberikan, termasuk dari sisi higienitas dan distribusi. “Banyak yang sudah berbenah, namun ada juga yang masih perlu penyesuaian. Kami terus dorong perbaikan,” imbuhnya.

Bacaan Lainnya

Tak hanya bicara soal gizi, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya aspek pemberdayaan ekonomi dalam program ini. Ia menegaskan bahwa gerakan menanam di pekarangan rumah seperti ayam petelur dan sayuran terus digalakkan. Hasil dari program ketahanan pangan rumah tangga itu nantinya akan ditampung di gerai Koperasi Marah Putih sebelum disalurkan ke SPPG. “Ini juga akan menggandeng UMKM lokal. Aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak boleh ditinggalkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan bahwa pihaknya tidak berhenti di dua unit SPPG yang sudah beroperasi. Saat ini, Polres Blora tengah menjajaki kemungkinan pembangunan SPPG ketiga. “Insya Allah akan ada penambahan jika ditemukan lokasi strategis dan penerima manfaat yang belum tercover,” kata Wawan. Ia menyebut sejumlah wilayah masih membutuhkan perluasan jangkauan, terutama bagi anak sekolah di pelosok.

Yang menarik, SPPG Polres Blora rupanya menjadi salah satu unit percontohan di tingkat nasional. Hal ini tak lepas dari penerapan slogan BERES (Bersih, Enerjik, Rapi, Enak, Sehat) serta kelengkapan fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Kami pastikan dapur tidak berdampak negatif ke warga sekitar. Lingkungan harus tetap sehat,” pungkas Wawan. Komitmen terhadap aspek lingkungan inilah yang disebutnya menjadi nilai lebih dibanding daerah lain.

Dengan tambahan unit baru nanti, Pemkab Blora berharap program prioritas Presiden terkait pemenuhan gizi gratis dapat merata dan tepat sasaran. Terlebih, target utama program ini adalah anak sekolah di wilayah Kecamatan Jepon dan sekitarnya. Pemerintah daerah memastikan sinergi dengan Polri dan pelaku UMKM akan terus diperkuat demi keberlanjutan program.(GaS)

Pos terkait