Hampir Setahun Air Tak Mengalir, Warga Pinggirpapas Murka PDAM Sumenep Dinilai Keterlaluan

KABAROPOSISI.NET|Sumenep,-Pelayanan PDAM Sumenep kembali menjadi sorotan tajam, Warga Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, mengaku sudah hampir satu tahun terakhir harus menghadapi pasokan air yang tidak lancar, bahkan sering kali tidak mengalir sama sekali.

Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, tarif air justru mengalami kenaikan cukup tinggi. Parahnya lagi, meskipun air tidak digunakan, pelanggan tetap diwajibkan membayar beban tetap sebesar Rp48.000 per bulan.

Bacaan Lainnya

Desa Pinggirpapas sendiri merupakan desa pesisir yang berada di tengah hamparan lahan garam. Kondisi geografis ini membuat masyarakat tidak memiliki sumber air alternatif selain mengandalkan layanan PDAM. Ketika distribusi macet, warga praktis tak punya pilihan lain.

“Ini betul-betul keterlaluan. Kami sudah bertemu langsung Direktur PDAM, melapor ke DPRD, bahkan ke Bupati Sumenep secara langsung. Bupati meminta sebelum bulan Ramadhan agar suplai air bisa lancar, namun tetap saja begini,” tegas Edy Abujamil, Ketua Gerakan Insan Peduli (GIP), Jumat (20/2/2026).

Menurut Edy, janji tinggal janji. Harapan warga yang sempat tumbuh menjelang Ramadhan kini kembali pupus.

“Kami hampir putus asa, namun kami tak akan menyerah,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti berbagai persoalan yang dinilai membelit PDAM Sumenep, mulai dari distribusi air yang amburadul hingga tarif yang disebut-sebut lebih tinggi dibanding sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur.

“PDAM Sumenep ini banyak masalah. Selain suplai air, juga harga yang tinggi dibanding kabupaten lain di Jawa Timur. Kepada siapa lagi kami mengadu, jika ke DPRD bahkan Bupati tak ada perubahan?” ujarnya dengan nada kecewa.

Warga Pinggirpapas kini merasa seakan dibiarkan berjuang sendiri menghadapi krisis air berkepanjangan. Mereka berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi hingga pemerintah pusat.

“Kami memohon kepada Gubernur Jawa Timur, bahkan Presiden Republik Indonesia, untuk memperhatikan nasib masyarakat Pinggirpapas terkait layanan buruk PDAM ini,” pungkas Edy.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terbaru dari pihak PDAM Sumenep terkait keluhan warga. Namun satu hal yang pasti, bagi masyarakat Pinggirpapas, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan soal bertahan hidup di tengah kerasnya wilayah pesisir yang dikepung lahan garam, tegasnya.(Har)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *