Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Ambrolnya jembatan penghubung antara Dusun Bayurejo dengan Dusun Sambungrejo Desa Bayu Kecamatan Songgon. Dampaknya tidak hanya pada soal terganggunya akses aktivitas perekonomian masyarakat secara umum. Namun juga mengancam terhambatnya penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) bila tidak segera dilakukan perbaikan.
Pantauan media, ternyata di Dusun Sambungrejo ada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (MBG) yang memproduksi dan mendistribusikan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Yang mana satu-satunya akses yang bisa dilalui dalam mendistribusikan MBG dari SPPG yang ada di Dusun Sambungrejo itu, hanya ruas jalan yang jembatannya mengalami ambrol itu.
Untuk sementara jalan masih bisa dilalui pejalan kaki, kendaraan roda dua, dan kendaraan roda empat namun harus berhati-hati. Untuk jenis kendaran roda enam (Truck) dilarang melintas, selain karena sempitnya badan jalan yang tersisa. Juga karena kontur tanah dan kontruksi jembatan yang labil memungkinkan terjadi ambrol susulan. Oleh karenanya warga setempat pasang rambu-rambu peringatan/larang jenis kendaraan Truck untuk melintas karena membahayakan.
Sementara diketahui bersama Makan Bergizi Gratis (MBG), adalah program strategis nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Untuk menyediakan makanan sehat dan bergizi secara gratis bagi anak-anak sekolah. Selain itu program MBG bertujuan menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak dan SDM Indonesia sejak dini. Program MBG menjadi langkah nyata untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) menuju Indonesia Emas 2045.
Sugito selaku Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Dusun Sambungrejo, ketika ditanya apakah ada akses lain. Untuk pendistribusian MBG ke sasaran penerima manfaat bila jalan Kabupaten putus total karena terjadi ambrol susulan, dijawabnya ada tapi sulit jalannya. Namun tetap berharap jembatan dapatnya segera dilakulan perbaikan, supaya tidak ada kendala sedikitpun dalam pendistribusian MBG.
“Bagaimana itu Pemda atau Dinas PU, kalau SPPG sampai tidak bisa mendistribusikan MBG sama saja dengan menghambat program RI satu (Presiden)”, tegas Sugito yang juga mantan Kades Bayu itu.
Yang dikhawatirkan oleh masyarakat sebagaimana disampaikan oleh Akma (Kepala Dusun Sambungrejo), terjadinya ambrol susulan. Kata Akma, kalau jembatan tidak segera diperbaiki curah hujan tinggi, maka bisa jadi terjadi ambrol susulan. Yang artinya akses utama masyarakat baik dari Dusun Bayurejo ke Dusun Sambungrejo dan sekitarnya akan lumpuh total.
Kepala Desa Bayu Yulia Herlina, ST dalam konfirmasinya mengaku sudah mengajukan proposal pembangunan jembatan kepada Bupati Banyuwangi sejak 30 Desember 2025. Disampaikan juga bahwa sudah ada survey, namun setelah itu sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dilakukan perbaikan. Sementara kata Yulia Herlina, dirinya terus mendapat teror pertanyaan dari masyarakatnya ada yang secara langsung ke kantor desa, ada yang melalui seluler (Whats-App).
Salah satu tokoh masyarakat sebut saja Mulyo Nugroho mantan Konsultan Tehnik Sipil dan Arsitektur menyampaikan harapannya. Demi lancarnya akses masyarakat, berharap Pemerintah Kabupaten melalui Dinas terkait, segera melakukan perbaikan. Kalau memang pemerintah dalam waktu dekat masih belum bisa lakukan perbaikan karena sesuatu hal. Masyarakat Dusun Sambungrejo berharap ada pihak ketiga yang peduli mau melakukan perbaikan jembatan. (r35).






