KABAROPOSISI.NET|Jombang – Dalam rangka Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang gelar Talkshow dengan mengusung tema Green Deen, dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir. Dihadiri Kepala MI, MTs, dan MA, serta Pengawas Madrasah. Dengan Narasumber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum, dan Pelestari Lingkungan Hidup, Maftuhah Mustiqowati. Bertempat di Kantor Kemenag Jombang. Jum’at (20/2/2026).
Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir ketika di wawancara menyampaikan bahwa
Talkshow bertajuk Green Deen merupakan bentuk nyata komitmen menghadirkan nilai-nilai keimanan yang selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
” Salah satu program dari Kemenag Jombang adalah Gema Sajadah (Gerakan Bersama Ubah Sampah Jadi Sedekah) yang tujuannya untuk mengajak masyarakat dalam meningkatkan kesadaran lingkungan dengan mengurangi sampah plastik dan menjadikan sampah menjadi potensi sedekah yang dimanfaatkan sebaik baiknya untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.
Muhajir mengungkapkan, program Gema Sajadah sudah menghasilkan uang senilai 80 juta lebih yang hasilnya akan diberikan untuk kaum penerima manfaat. “ Adapun rangkaian peringatan HPSN 2026 di lingkungan Kemenag Jombang diantaranya, tukar sampah dengan sembako, dan pemberian bantuan keranjang sampah untuk masjid ramah pemudik 2026,” terangnya.
“Pada peringatan HPSN 2026, kepedulian terhadap sampah dan menjaga bumi lestari merupakan tanggung jawab kita bersama, demi mewujudkan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Karena menjaga lingkungan adalah bagian dari iman, tambahnya.
Ditempat sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang, Miftahul Ulum menyampaikan, kolaborasi apik antara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang dengan Kementerian Agama (Kemenag) Jombang terus berlanjut. Sinergi yang telah terjalin selama beberapa tahun ini menghasilkan berbagai program inovatif yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan penanganan sampah. “ Kami dengan Kemenag sudah sangat bersinergi, menghasilkan program-program seperti Gemah Sajadah, yang mendorong kebersihan dan kepedulian lingkungan di tempat ibadah. Ada juga program satu pernikahan satu pohon, serta gerakan satu juta pohon matoa yang bertujuan untuk penghijauan,” ungkapnya.
Dalam upaya memfasilitasi kebersihan, Miftahul Ulum juga menambahkan bahwa keranjang-keranjang sampah akan didistribusikan ke masjid-masjid, khususnya yang dilalui oleh para pemudik.
” Pendistribusian keranjang sampah pada masjid-masjid ramah pemudik adalah langkah konkret kami untuk memastikan fasilitas publik tetap bersih, terutama di momen-momen krusial seperti musim mudik,” jelas Ulum.
Mengenai penanganan sampah secara keseluruhan di Jombang, DLH menghadapi tantangan yang signifikan dengan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mencapai 150 hingga 180 ton per hari. Namun, ada kabar baik: sekitar 15 persen dari total sampah tersebut berhasil didaur ulang. “Sampah yang memiliki nilai ekonomi kami dorong untuk didaur ulang. Ini melibatkan bank sampah, Tempat Penampungan Sementara (TPS) di berbagai wilayah, hingga inisiatif di sekolah-sekolah dan madrasah yang aktif memilah dan mendaur ulang sampah,” paparnya.
Untuk sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi di tingkat sumber, DLH memiliki strategi pengelolaan yang komprehensif di TPA. Sampah organik diolah menjadi kompos. Baru kemudian, sampah yang benar-benar tidak bisa dipilah atau didaur ulang lagi, akan ditimbun di fasilitas sanitary landfill yang memenuhi standar.
Inisiatif-inisiatif ini menunjukkan bahwa Kabupaten Jombang tidak hanya fokus pada penanganan pasca-produksi sampah, tetapi juga berinvestasi pada edukasi dan pencegahan, serta pemberdayaan komunitas untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan hijau.
Sementara itu, Wakil Ketua DMI Kabupaten Jombang Habib Ghofir selaku penerima keranjang sampah memaparkan, Ada 14 keranjang utk Masjid ramah pemudik yang tersebar di Kabupaten Jombang. “ Minggu depan diagendakan pertemuan bahas singkronisasi teknis program antara DLH, Kemenag, DMI, serta LTMNU,” tuturnya.
“Hasil dari keranjang sampah akan di proyeksikan untuk Bank Sampah bersinergi dengab program Kemenag, DLH dan DMI, yang hasilnya akan dipergunakan untuk kesejahteraan ekonomi masjid,” tutupnya.(tyas)






