Sinergi Eksekutif-Legislatif, Pokir Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat

KABAROPOSISI.NET|Jombang – Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Hadi Atmadji tekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Jum’at (27/2/2026)

Menurut Hadi Admadji, Pokok Pikiran (Pokir) merupakan instrumen penting yang berfungsi sebagai jembatan aspirasi masyarakat tingkat akar rumput dengan kebijakan pembangunan yang diusulkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bacaan Lainnya

Hati Atmadji menjelaskan bahwa peran dan kedudukan Pokir dalam sistem perencanaan pembangunan memiliki tiga pilar utama yang fundamental. Pertama

Menjamin Representasi Rakyat. Hadi menjelaskan sebagai perwakilan masyarakat, anggota DPRD memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan konstituen di daerah pemilihannya. Dengan mengusulkan Pokir, anggota DPRD memastikan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya berbasis data teknokratik tetapi juga mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat

“Kedua, Mendorong Partisipasi Masyarakat.

Partisipasi masyarakat dalam pembangunan merupakan salah satu indikator demokrasi yang sehat.

Melalui mekanisme reses, DPRD menjaring aspirasi masyarakat, sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan berorientasi pada kepentingan publik, ” terangnya.

Ketiga, Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi. Pokir yang disampaikan dalam dokumen resmi melalui Sistem Informasi Pemerinath Daerah (SIPD-RI), menjadikan proses perencanaan lebih transparan. Setiap usulan Pokir dapat ditelusuri asal dan tujuan penggunaannya, sehingga mengurangi potensi penyimpangan.

“Implementasi Pokok pokok pikiran DPRD yang baik dapat memberikan manfaat yang signifikan seperti keseimbangan dalam pemerintahan karena keputusan pembangunan akan lebih adil dan akomodatif,” tutur Hadi Admadji.

Hadi Atmadji juga memaparkan bahwa Pokir juga sangat berperan dalam Indeks Pembangunan Manusia karena Pokir dapat mengakomodasi kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan dan kesehatan yang menjadi indikator utama dalam pembangunan manusia.

“Usulan Pokir yg tepat sasaran juga bisa mengurangi angka kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu Pokir juga dapat mengefisiensi anggaran melalui proses partisipatif sehingga sumber daya yang digunakan dapat optimal, ” pungkasnya.(tyas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *