Transformasi Petani, Tidak Hanya Sebagai Pengguna Tetapi Bisa Menjadi Produsen dan Wirausaha

KABAROPOSISI.NET|Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian mengawali implementasi program unggulan Bupati Warsubi dan Wakil Bupati Gus Salman, yakni Desa Mantra (Maju dan Sejahtera).

Pelatihan perdana difokuskan pada Wirausaha Baru dan Budidaya Tanaman Sehat (WUB-BTS), yang dibuka secara resmi

Bacaan Lainnya

oleh Kepala Disperta, M.Rony. Dihadiri perangkat desa dan segenap petani se kecamatan Sumobito. Bertempat di Desa Mlaras dan Desa Kendalsari Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang.

Kepala Dinas Pertanian Jombang, M. Rony menekankan transformasi peran petani. “Targetnya, petani tidak hanya sebagai pengguna, tetapi bisa menjadi produsen dan wirausaha baru. Mereka akan dilatih membuat sendiri pupuk organik cair (POC), pestisida alami, hingga mengemas dan melabeli benih. Harapannya, nanti bisa muncul tempat pembuatan pupuk yang produknya bisa dijual ke lingkungan sekitar,” ujarnya.

Program Desa Mantra dirancang sebagai program holistik. Selain sektor pertanian melalui Budidaya Tanaman Sehat, program ini juga mencakup dukungan operasional RT/RW dan pengembangan kewirausahaan.

“Ini adalah komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang. Desa Mantra harapannya tidak hanya meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga memunculkan wirausaha-wirausaha baru dari desa,” ungkapnya.

“Dinas Pertanian Jombang berharap Desa Mllaras dan Kendalsari dapat memiliki komoditas unggulan berupa produk pertanian sehat, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi petani setempat,” tambahnya.

Sementara, Camat Sumobito Heru Cahyono, memberikan apresiasi dan optimisme terhadap program ini. Ia mencontohkan kesuksesan serupa di Desa Kendalsari, Kecamatan Sumobito.

“Program Tanaman Sehat ini hasilnya luar biasa. Di Kendalsari, yang sebelumnya pendapatan minim karena hama tikus, kini beras sehatnya banyak pesanan dari berbagai daerah. Beras sehat tanpa kimia ini sangat baik untuk dikonsumsi. Serta menumbuhkan petani mampu membuat benih padi unggul sendiri dan menjadi penyalur atau pedagang benih,” pungkasnya.(tyas)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *