Atap Bolong dan Dinding Mengelupas, Ke Mana Dana Pemeliharaan BOS SDN Tanah Merah Laok 1

BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 di SDN Tanah Merah Laok 1, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, tengah menjadi perhatian. Pasalnya, serapan anggaran pada pos pemeliharaan sarana dan prasarana tercatat mencapai Rp27.582.750, namun ironisnya, kondisi fisik bangunan sekolah justru tampak memprihatinkan.

Angka anggaran yang cukup besar tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai efektivitas dan alokasi dana yang sebenarnya. Adanya perbedaan antara laporan serapan anggaran dan realitas di lapangan menjadi poin utama kritik.

Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, sejumlah kerusakan mencolok terlihat pada bangunan sekolah. Dinding-dinding terlihat mengelupas di beberapa bagian, menunjukkan kurangnya perawatan yang memadai atau perbaikan yang tidak tuntas.

Tidak hanya itu, bagian atap sekolah juga menjadi sumber kekhawatiran. Beberapa area atap dilaporkan sudah mulai bolong, sebuah kondisi yang jelas berpotensi membahayakan keselamatan siswa, guru, dan seluruh civitas akademika di lingkungan sekolah.

Yang lebih memperihatinkan, kerusakan-kerusakan fisik ini terdeteksi berada tepat di sisi bangunan kantor kepala sekolah. Lokasi kerusakan ini semakin memicu tanda tanya besar di benak masyarakat terkait prioritas dan pengawasan penggunaan dana pemeliharaan sarana dan prasarana.

Seorang warga setempat, yang memilih anonim, mengungkapkan, “Kalau memang ada anggaran pemeliharaan sampai puluhan juta, seharusnya kondisi sekolah tidak seperti ini. Temboknya mengelupas, atapnya juga sudah mulai rusak. Ini yang membuat masyarakat bertanya-tanya,” ujarnya.

Publik menuntut transparansi lebih lanjut mengenai pengelolaan anggaran Dana BOS di SDN Tanah Merah Laok 1, khususnya terkait rincian kegiatan dan bukti pemeliharaan yang dibiayai dari dana tersebut. Adanya ketidaksesuaian antara jumlah anggaran dan kondisi fisik sekolah menguatkan dugaan adanya maladministrasi.

Upaya awak media untuk meminta konfirmasi dan penjelasan dari Kepala SDN Tanah Merah Laok 1 mengenai penggunaan anggaran tersebut tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah dilaporkan tidak berada di lokasi saat tim media mendatangi sekolah, menghambat proses klarifikasi.

Keterangan dari para guru di sekolah pun simpang siur. Seorang guru menyebut kepala sekolah tidak hadir sejak pagi, sementara guru lainnya mengatakan kepala sekolah sempat datang namun kemudian izin karena ada keperluan keluarga untuk mengantar mudik. Perbedaan keterangan ini semakin memperkeruh situasi.

Masyarakat sangat berharap agar instansi terkait, terutama Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, segera turun tangan. Klarifikasi dan evaluasi menyeluruh diperlukan untuk memastikan penggunaan Dana BOS sesuai peruntukannya, mengembalikan kepercayaan publik, dan menjamin fasilitas pendidikan yang layak bagi para siswa. (Sul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *