KABAROPOSISI.NET|Blora – Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora bersama Baznas Kabupaten Blora menyalurkan bantuan ayam petelur kepada puluhan warga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program tersebut menyasar masyarakat dhuafa yang dinilai membutuhkan dukungan ekonomi produktif agar memiliki sumber penghasilan tambahan dari hasil ternak.
Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Ainia Sholichah, menyampaikan bahwa PKK diberi kewenangan untuk mengusulkan para penerima manfaat dengan sejumlah kriteria tertentu. Di antaranya berasal dari keluarga dhuafa, memiliki tanggungan anak sekolah, penghasilan tidak tetap, serta kondisi rumah yang belum permanen atau masih memprihatinkan. Selain itu, calon penerima juga harus memiliki kemampuan untuk memelihara ayam yang diberikan.
Dalam program ini, sebanyak 32 penerima manfaat mendapatkan bantuan masing-masing 20 ekor ayam petelur. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga melalui hasil telur yang nantinya dapat dijual atau dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.
Ainia Sholichah juga mengimbau para penerima manfaat agar tidak tergesa-gesa menjual ataupun mengonsumsi ayam yang diberikan. Mereka diminta bersabar menunggu hingga ayam mulai bertelur, sekitar dua minggu hingga satu bulan. Hasil telur tersebut diharapkan dapat diputar kembali untuk membeli pakan maupun membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mengingat bantuan pakan yang diberikan hanya untuk satu bulan pertama.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Blora, Sutaat, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan dana zakat masyarakat yang disalurkan kepada kelompok mustahik. Karena itu, setiap penerima bantuan harus melampirkan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah desa setempat sebagai salah satu syarat administrasi.
Menurut Sutaat, selain memberikan bantuan ayam petelur, Baznas juga melakukan pendampingan kepada para penerima manfaat melalui pelatihan cara memelihara ayam dengan baik. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap, dimulai dari distribusi kandang dan pakan terlebih dahulu. Setelah kandang siap, barulah ayam didistribusikan ke rumah penerima agar proses pemeliharaan berjalan lebih optimal dan bantuan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi masyarakat.(GaS)






