M. Vahid Faiq Sebut Pernyataan Wabup Banyuwangi di Tiktok, Soal LPG Tidak Sesuai Kondisi Riel di Lapangan

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Dunia maya di wilayah Kabupaten Banyuwangi dalam beberapa hari ini, diramaikan dengan respon kontra terhadap pernyataan Wakil Bupati Banyuwangi di medsos (Tiktok). Yang dengan tegas menyampaikan kepada masyarakat Banyuwangi bahwa berdasarkan informasi PERTAMINA ketersediaan LPG di Kabupaten Banyuwangi aman sampai H min 7 sampai H plus 7.

Inilah kurang lebih kutipan pernyataan Wabup Banyuwangi di medsos (Tiktok) yang beredar di publik,

Bacaan Lainnya

“Hari ini kita cek, pemantauan terkait dengan ketersediaan stok LPG. Alhamdulillah di Kabupaten Banyuwangi, stok LPG masih aman, dan kami mengharapkan masyarakat di Banyuwangi tidak usah panik. Untuk keterseidaan LPG insyaallah sampai H min 7 sampai H plus 7 berdasarkan informasi dari PERTAMINA itu aman semuanya”.

Menyimak dan mengamati apa yang sedang ramai di media sosial terkait pernyataan Wabup Banyuwangi dan keresahan masyarakat terkait kebutuhan LPG bersubsidi jelang lebaran. Salah satu tokoh muda kharismatik dan kontroversial M. Vahid Faiq yang juga diketahui selaku Ketum Forum Singojuruh Bersatu (FSB), Ketum SERBUWANGI, dan Ketum APPAMWANGI. Merespon dan kepada media menyampaikan 4 hal yang menurutnya harus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Terus terang miris sekali kalau kita mau secara terbuka turun ke lapangan dan mau jujur melihat kondisi masyarakat Banyuwangi yang sebenarnya. Ayolah jangan ditutup-tutupi kondisi Banyuwangi yang sebenarnya seperti apa. Marilah momentum Ramadhan ini, kita jadikan ruang intropeksi diri, berbenah dari yang tidak baik menjadi baik. Jangan di bulan Ramadhan ini, masyarakat justru dibuat resah dengan informasi yang tidak sesuai fakta dan kondisi riel di lapangan, kasihan lah”, lontar M. Vahid Faiq dengan sedikit nada tinggi Rabu 18 Maret 2026.

Lanjut sosok pria yang kerap kali menghiasi dunia aksi demo sebagai orator di Kabupaten Banyuwangi yang lebih akrab dengan sebutan nama Faiq itu. Menyambung penyampaiannya dengan apa yang menurut harus Pemerintah lakukan terkait kebutuhan gas LPG.

“Mestinya yang harus dilakukan oleh Pemerintah, Pertama : Harus dipahami bahwa jelang hari raya kebutuhan masyarakat soal gas LPG jelas meningkat, Kedua : Sidak pada Pertamina dan Agen-Agen penyedia LPG dilakukan jauh-jauh sebelumnya bukan pada saat-saat emergency seperti ini, Ketiga : Kalau memang kelangkaan LPG karena ada permainan oknum yang sengaja menimbun agar bisa menaikkan harga, mohon ditindak tegas kalau perlu cabut izin usahanya, Ke empat : Kuota LPG pada operasi pasar murah kalau hanya 560 tabung kurang. Setidaknya minimal 50 % dari jumlah warga miskin penerima bansos di tiap Kecamatan baru sangat membantu”, sambung dan pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *