Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Kemarin Selasa 17 Maret 2026, Operasi Pasar Murah Gas LPG Subsidi 3 Kg digelar di 3 tempat diantaranya di Kantor Kecamatan Glenmore, di Kantor Desa Sumbergondo Kecamatan Glenmore, dan Kantor Kecamatan Singojuruh.
Kegiatan yang sama (Operasi Pasar) hari Rabu 18 Maret 2026 digelar di halaman kantor Kecamatan Songgon juga di beberapa tempat lainnya. Pantauan media masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan gas LPG subsidi 3 Kg di halaman kantor Kecamatan Songgon.
Kegiatan Operasi Pasar Murah gas LPG subsidi 3 Kg dalam pantauan dan kawalan satuan Polsek Songgon dipimpin langsung Kapolseknya AKP Pudji Wahyono, SH. Tak hanya itu, personil Polsek Songgon harus kerja ekstra lakukan pengamanan dan pengendalian kehadiran warga yang membeludak.
Operasi Pasar Murah gas LPG subsidi 3 Kg, diadakan menyusul setelah ramai masyarakat melalui medsos lontarkan cuitan-cuitan, keluhkan kelangkaan gas LPG subsidi 3 Kg di lingkungannya. Berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Wakil Bupati Banyuwangi melalui medsos (Tiktok), yang mengatakan stok LPG di Banyuwangi aman.
Sebagaimana disampaikan oleh salah satu staf Kecamatan Songgon, untuk kuota hanya tersedia 560 gas LPG dengan harga 18 ribu rupiah. Oleh karenanya kepada setiap warga yang akan membeli diminta menyerahkan foto kopi KTP juga tabung gas kosong untuk ditukarkan. Untuk menghindari monopoli pembelian oleh tengkulak maka diberlakukan aturan satu KTP untuk satu tabung gas LPG.
Pantauan media sedikit terjadi uman eror antara petugas dengan warga penerima manfaat. Ternyata sedari awal petugas tidak menggunakan tehnis bahwa kuota gas LPG yang ada hanya untuk warga yang berdomisili di wilayah Kecamatan Songgon saja. Sehingga warga dari luar Kecamatan Songgon menyerahkan foto kopi KTP diterima oleh petugas dan tidak ada masalah. Warga yang bersangkutan pun akhirnya turut mengantri lama, bersama warga yang lainnya.
Namun ketika tiba giliran nama warga luar wilayah Songgon tersebut dipanggil oleh petugas, menuai protes dari warga lain. Setelah yang bersangkutan diketahui warga yang domisilinya bukan dari wilayah Kecamatan Songgon. Akhirnya terjadi insiden kecil, namun setelah diberi pengertian permasalahan selesai meski berbuah kekecewaan. (r35).






