Bupati Blora Turun Langsung, Dukung Gotong Royong Warga Nglebak: Dari Aksi Swadaya Menuju Perhatian Nyata Pemerintah

KABAROPOSISI.NET|Blora – Jalan rusak yang selama bertahun-tahun tak tersentuh perbaikan di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, akhirnya mulai dibenahi. Bukan menunggu bantuan, warga justru bergerak sendiri melalui gotong royong, menunjukkan kepedulian tinggi terhadap infrastruktur desa.

Perbaikan dilakukan dengan pembangunan jalan rabat beton di sejumlah titik strategis, mulai dari ruas Menden–Megeri hingga Getas–Kalikangkung. Warga bahu-membahu menyumbangkan tenaga, material, hingga konsumsi. Bahkan, pekerjaan dilakukan secara bergantian hingga malam hari demi mempercepat penyelesaian.

Bacaan Lainnya

Gerakan ini diprakarsai oleh Kepala Desa Nglebak, Eko Puryono, yang mengoordinasikan inisiatif swadaya tersebut. Ia menyebut, kondisi jalan yang rusak sejak terakhir dibangun sekitar tahun 2012 menjadi pemicu utama munculnya kesepakatan bersama untuk bertindak.

“Daripada terus menunggu, kami sepakat untuk bergerak bersama. Ini murni dari warga. Saya hanya memfasilitasi, kekuatan utamanya ada pada kekompakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, gerakan ini berawal dari musyawarah tingkat RT di Dusun Kalikangkung, kemudian berkembang menjadi aksi kolektif seluruh desa. Seluruh kontribusi, baik berupa dana, material, maupun tenaga, dikelola secara terbuka dan transparan.

“Semua dicatat dan diumumkan ke warga. Prinsipnya dari warga, oleh warga, untuk warga,” tegasnya.

Upaya gotong royong ini mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Blora. Bupati Arief Rohman bersama Wakil Bupati Sri Setyorini turun langsung meninjau lokasi pada Kamis (19/3/2026). Keduanya bahkan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk melihat kondisi jalan secara langsung.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Blora memberikan bantuan berupa 300 sak semen dan tanah grosok untuk memperkuat bahu jalan. Selain itu, pemerintah daerah juga berkomitmen melanjutkan pembangunan ruas Nglebak–Megeri pada tahun 2027.

Bupati Arief Rohman mengapresiasi semangat swadaya masyarakat yang dinilai menjadi contoh nyata kekuatan gotong royong.

“Ini luar biasa. Ketika masyarakat bergerak bersama, pembangunan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” ujarnya.

Senada, Wakil Bupati Sri Setyorini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan.

Kunjungan tersebut ditutup dengan kebersamaan saat berbuka puasa di rumah Kepala Desa, dilanjutkan tarawih keliling bersama warga dan tokoh masyarakat. Pada kesempatan itu, juga disalurkan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial.

Momentum ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian di tengah masyarakat.(GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *