Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, di wilayah Kecamatan Singojuruh dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Banyak kegiatan-kegiatan masyarakat yang berbau hiburan digelar secara swadaya dan perlu dilakukan pengamanan ekstra.
Pesta rakyat berupa Live Musik (Orkes) dengan biaya puluhan juta rupiah terlihat di beberapa desa wilayah Kecamatan Singojuruh. Bahkan hal tersebut sudah menjadi agenda tahunan khusunya di momen perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Hari ini Sabtu 28 Maret 2026 terpantau media ada gelaran pesta rakyat berupa Live Musik One Pro yang dilaksanakan oleh Pemuda Dusun Garit Desa Alasmalang. Pasalnya masyarakat Dusun Garit di acara tersebut betul-betul menikmati kebolehan skil Musisi One Pro juga aksi panggung artis-artis cantik lokal Banyuwangi.
Yang patut diapresiasi demi lancar dan kenyamanan acara Pentas Musik pada Anniversary II Pemuda Garit Bersatu itu. Pihak Panitia melibatkan TNI/POLRI dalam hal ini Koramil 0825/13 Singojuruh dan Polsek Singojuruh didukung dari Satuan Polsek Songgon dan Polsek Sempu. Memastikan pengamanan kegiatan sesuai harapan digelar apel dipimpin oleh Kapolsek Singojuruh AKP Achmad Rudi, SH dan Batuud Ramil Singojuruh Pelda Syamsul Hadi.
Pantauan media, sebelum para Musisi One Pro berikut artis pendukungnya melakukan aksi panggung goyang warga Dusun Garit. Terlebih dahulu ada pencerahan dari pihak kepolisian kepada Panitia, masyarakat, juga crew Musik. Kapolsek Singojuruh melalui Kanit Binmas Aiptu Didik Sudarmanto, SH menyampaikan pesan sebagaimana rekom yang dikeluarkan oleh Polresta Banyuwangi.
Kepala Desa Alasmalang H. Abd. Munir dalam keterangannya kepada awak media mengatakan,
“Kami selaku Pemerintahan Desa mendukung apa yang jadi keinginan masyarakat selama positif. Kegiatan pentas musik yang digagas oleh Pemuda Dusun Garit ini, menunjukkan bahwa betapa kerukunan dan kekompakan masyarakat dusun Garit ada. Harapan saya kerukunan dan kekompakan tetap terjaga juga pada kegiatan-kegiatan yang lainnya”, ujarnya.
Sebagai pendukung antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama berlangsung pentas Musik. Panitia sengaja pasang barikade (pagar besi), dengan maksut agar bisa mengontrol setiap pergerakan di sekitar lokasi. Untuk membedakan pengunjung yang hadir menonton, Panitia sengaja sediakan jersy warna putih untuk pemuda dan masyarakat Dusun Garit. (r35).
