Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI –Sebagaimana pernah disampaikan sebelumnya dalam setiap pertemuan atau rapat-rapat di Kecamatan Singojuruh. Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si, sampaikan tagline kinerjanya yaitu “Singojuruh Bisa” (Bersih Indah Sehat dan Asri).
Komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bisa dibilang menjadi andalan Camat Iwan Yos untuk membangun sebuah sinergi menuju “Singojuruh Bisa” itu. Termasuk salah satunya hari ini Senin 6 April 2026, Camat Iwan Yos ajak sejumlah pejabat instansi vertikal di Kecamatan Singojuruh, bahas soal penanganan sampah.
Hadir dalam acara tersebut Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf Misdari, Plh Kapolsek Singojuruh AKP Suharto, SH, Korwilker Satdik Singojuruh (Perwakilan), Kepala Puskesmas Singojuruh, Korsda Pengairan Singojuruh, Ko. BPP Singojuruh, Ko. PLKB Singojuruh, KUA (Perwakilan) Pendamping PKH, Kepala SPPG, dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Singojuruh.
Sementara dihadirkan sebagai narasumber terkait penanganan dan pengelolaan sampah yaitu Khoirul Hamdani selaku Stakeholder Relation CSR PT. TIRTA INVESTAMA (Aqua Pabrik Banyuwangi). Diketahui bahwa Khoirul Hamdani adalah orang Aqua yang menangai terkait isu-isu sosial dan salah satunya adalah terkait penanganan sampah.
Camat katakan persampahan menjadi masalah yang serius, bahkan bisa jadi bom waktu bila tidak segera ditangani. Oleh karena itu kata Camat, soal penanganan sampah di Kecamatan Singojuruh khususnya sampah plastik. Ajak diskusi Khoirul Hamdani selaku Stakeholder Relation Aqua Pabrik Banyuwangi. Karena di sinyalir Pabrik Aqua ada sebuah program yang berkenaan dengan penanganan sampah.
Yang menjadi fokus bahasan dalam forum yang oleh Camat Iwan Yos disebutnya ngobrol bareng itu, adalah penangan sampah plastik. Harapannya ke depan, sampah yang kelihatannya sepele bisa jadi ancaman yang besar, sekali lagi disebutnya bisa jadi bom waktu. Namun demikian kata Camat, kalau bisa soal sampah tidak hanya soal kebersihan dan kesehatan. Akan tetapi bagaimana soal sampah juga bisa menjadi berkah.
Koirul Hamdani awali pemaparannya menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh Camat sebelumnya. Bahwa sampah akan jadi ancaman jika tidak dilakukan pengelolaan. Tegasnya, masalah sampah adalah merupakan konsekuensi atau produk dari sebuah peradaban. Yang artinya dimanapun ada tanda-tanda kehidupan pasti menghasilkan sampah. Oleh karena itu kata Khoirul, soal sampah adalah tanggung jawab semuanya, bukan tanggung jawab pihak-pihak tertentu.
Selanjutnya Koirul contohkan bahwa di perusahaannya, punya tanggung jawab sosial yang namanya pengelolaan sampah taglinenya “Sampahku Tanggung Jawabku”. Karena produk Aqua ketika sudah dikonsumsi kemasannya akan menjadi sampah, sehingga dibuat sistem bagaimana sampah dari produk Aqua bisa dipastikan terbawa kembali.
Berikut Khoirul sampaikan prinsip dalam hal pengelolaan sampah yang harus dilakukan adalah 3 M. M pertama adalah mengurangi, M kedua adalah menggunakan kembali, dan M ketiga adalah mendaur ulang. Secara ekonomi sampah itu ada dua kategori, satu ada sampah yang bernilai ekonomis tinggi dan ada sampah yang tidak bernilai.
Soal sampah plastik menurut Khoirul tidak akan menjadi ancaman ketika dilakukan pemilahan dari sumbernya. Dan yang paling besar memproduksi sampah adalah rumah tangga. Disebutnya rata-rata rumah tangga dalam satu hari bisa menghasilkan sampah 1 Kg. Jadi kalau mengelola sampah hanya memindahkan sampah, maka bisa dipastikan tempat pembuangan sampah akhir tidak lama akan melimpah.
Oleh karena itu yang perlu dibahas diforum ini, bagaimana sampah dari rumah tangga tidak semuanya berakhir di tempat pembuangan akhir sampah. Karena ada beberapa jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan dan punya nilai ekonomi. Namun demikian kata Khoirul, tak kalah penting dalam penanganan sampah adalah membangun kesadaran masyarakat.
Sekilas diceritakan yang terjadi di lapangan, bahwa para pengelola atau penampung sampah yang diolah kembali, rata-rata sampah kantong plastik tidak diambil. Hal tersebut menurut Plh Kapolsek Singojuruh perlu dicarikan solusinya. Bagaimana agar sampah kantong plastik bisa diproses dan punya nilai ekonomi. Karena di masyarakat yang namanya sampah kantong plastik hampir mendominasi.
Sementara Danramil 0825/13 Singojuruh Kapten Inf. Misdari, mengapresiasi dan mendukung atas gagasan terkait penanganan dan pengelolaan sampah. Menurutnya persoalan sampah tidak akan ada habis-habisnya, dan tidak bisa tuntas penyelesaiannya. Danramil pada kesempatan tersebut menyampaikan masukan, kalau bisa soal penanganan sampah, yang harus didahulukan adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat.
Untuk itu kata Danramil, jadi perlu para Ketua RT di Kecamatan Singojuruh dilibatkan dalam membahas penanganan sampah. Setidaknya ada sosialisasi kepada masyarakat melalui para Ketua RT tentang penanganan sampah yang dibahas dalam forum tersebut. Menurut Danramil pembahasan soal penanganan sampah tidak cukup sekali saja. Namun perlu dilakukan beberapa kali lagi agar dalam pelaksanaannya terkonsep sebagaimana yang direncanakan.
Selanjutnya agar didapat solusi soal penanganan sampah, diberi kesempatan kepada yang hadir untuk menyampaikan pendapat. Forum pun menjadi semakin berisi setelah ada beberapa dari yang hadir menyampaikan pendapatnya. Pada intinya secara umum, forum mendukung gagasan soal penanganan sampah, dan diminta untuk segera dibentuk tim khusus penanganan sampah di wilayah Kecamatan Singojuruh. (r35).
