Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Bermula dari pertemuan yang diinisiasi oleh Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiharto, S. Sos., M. Si Senin 6 April 2026 lalu. Yang mana jadi fokus pembahasannya adalah soal penanganan sampah plastik di wilayah Kecamatan Singojuruh. Inisiatif Camat Iwan Yos didukung juga oleh unsur Forpimka yang lain Kapolsek dan Danramil Singojuruh.
Dalam pertemuan sebagaimana dimaksut diputuskan bahwa jadi keharusan kepada instansi-instansi pemerintah se wilayah Kecamatan Singojuruh. Memelopori gerakan pengumpulan dan menyetorkan sampah plastik ke Kecamatan pada setiap hari Jumat minimal 1 Kg. Dan hari ini Jumat 10 April 2026 adalah hari perdana, beberapa dari instansi datang ke Kecamatan Singojuruh setorkan sampah plastik yang dikumpulkannya.
Gerakan penanganan sampah khususnya berbahan plastik di Kecamatan Singojuruh selanjutnya diberi sebutan nama kegiatan “SIDARSIH” (Singojuruh Sadar Bersih). Sebagaimana informasi yang awak media terima, direncanakan gerakan penanganan sampah plastik di Singojuruh ini. Selain alasan demi kebersihan dan kesehatan, juga bagaimana soal sampah bisa punya nilai ekonomi.
Khoirul Hamdani Stakeholder Relation CSR PT. TIRTA INVESTAMA (Aqua Pabrik Banyuwangi), yang dalam hal selaku Koordinator gerakan “SIDARSIH” dalam keterangannya menyampaikan.
“Alhamdulillah hari ini gerakan pengumpulan sampah plastik sudah mulai berjalan. Terima kasih kepada instansi-instansi yang sudah turut peduli pada gerakan ini. Harapannya ke depan pengumpulan sampah plastik dari instansi-instansi pemerintahan yang ada di Kecamatan Singojuruh masif. Setelah ini akan kita perluas gerakannya sampai ke tingkat rumah tangga, tentu sambil berjalan akan kita persiapkan tehnis pelaksanaannya”, tuturnya.
Lebih lanjut pria yang akrab dengan panggilan nama Irul itu, menjelaskan kenapa gerakan penanganan sampah diberi sebutan “SIDARSIH”.
“Setiap apa yang akan kita lakukan pondasi utamanya adalah kesadaran, kita harus tahu kenapa harus melakukan sesuatu, kita harus tahu apa sisi manfaat dan mudharat dari apa yang kita lakukan. Sehingga dalam diri kita lahirlah sikap menyadari bahwa sesuatu harus kita lakukan. Begitu juga soal sampah, rahimnya kepedulian terhadap masalah sampah adalah kesadaran. Kalau tidak sadar atau tidak menyadari apa manfaat dan mudharat menangani dan membiarkan sampah, maka tidak akan lahir rasa peduli terhadap masalah sampah”, jelasnya.
Untuk langkah selanjutnya agar gerakan penanganan sampah plastik di wilayah Kecamatan Singojuruh bisa jadi lebih masif. Meski belum masuk dalam pembahasan, ada rencana untuk gandeng KSB (Kampung Siaga Bencana) “Singo Manjuruh”. Kerjasama tersebut bisa dimungkinkan karena ada relevansinya dan juga anggota KSB sudah tersebar di setiap desa se Kecamatan Singojuruh. (r35).






