Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Mungkin tidak hanya di Kabupaten Banyuwangi, pada setiap memasuki tahun-tahun politik Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Biasanya sekira 1 atau 2 tahun sebelumnya, suhu kompetisi saling mencari simpati, kepercayaan dan dukungan dari masyarakat hangat. Bahkan hangatnya suhu politik Pilkades mengalahkan hangatnya suhu politik partai.
Kalau tidak ada kendala, di Kabupaten Banyuwangi pada tahun 2027 yang tinggal beberapa bulan lagi itu. Ada banyak Desa yang harus melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Namun kenapa sepertinya gaung kontestasi menuju arena pesta demokrasi Pilkades di Kabupaten Banyuwangi nyaris tak terdengar.
Padahal sebelumnya di beberapa desa sudah ada bermunculan nama-nama tokoh. Yang disinyalir oleh masyarakat akan maju jadi calon Cakades pada Pilkades tahun 2027 mendatang.
Terlepas dari apa motivasinya, biasanya ketertarikan tokoh-tokoh terbaik di masing-masing desa. Yang ingin menghibahkan tenaga dan pikirannya, untuk membangun desanya dengan jadi Kepala Desa luar biasa. Namun kenapa sampai mendekati gerbang Pilkades tahun 2027 di Kabupaten Banyuwangi aden ayem saja.
Benarkah kondisi tersebut karena tingkat kedewasaan berpolitik, atau karena hal lain sehingga syahwat politik Pilkades melemah.
Andrik Tri Waluyo Kepala Desa Tegalharjo Kecamatan Glenmore yang juga Pengurus Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Cabang Banyuwangi. Ketika dimintai tanggapannya terkait lengangnya suasana panggung politik Pilkades 2027 di Banyuwangi. Mengakui berdasarkan apa yang diketahuinya, peminat untuk jadi Kepala Desa di Kabupaten Banyuwangi berkurang.
“Peminatnya sekarang sudah berkurang untuk jadi Kepala Desa, ada beberapa faktor menurut saya yang mungkin menjadi penyebabnya. Satu karena dalam beberapa waktu terakhir ini menurut saya ada kebijakan yang tidak berpihak pada Desa. Terus ke dua mungkin karena adanya pemangkasan anggaran desa yaitu DD maupun ADD. Sehingga mereka berfikir, bisa berbuat apa sebagai Kepala Desa untuk pembangunan dan masyarakat di desanya, bila tidak didukung anggaran. Sementara bukan rahasia lagi bahwa kost dan resiko politik untuk bisa jadi Kepala Desa tidak murah”, ujarnya Senin 13 April 2026.
Sisi lain Kades yang akrab dengan panggilan nama Andre ini menyampaikan bahwa tidak salah juga bila kurang minatnya masyarakat jadi Kepala Desa karena beberapa faktor diurainya di atas. Namun kata Andre, kalau bisa jangan pula soal anggaran jadi satu-satunya alasan untuk tidak maju jadi calon Kades. Bila memang benar ingin mengabdikan diri jadi Kepala Desa, hendaknya tidak mengurangi minat dan tidak mengurungkan niatnya maju jadi Kepala Desa.
Pasalnya Andre mengajak masyarakat Banyuwangi tetap semangat, optimis, dan konsisten pada niatan baiknya untuk mengabdikan diri pada desanya.
“Saya mengajak kepada masyarakat di Banyuwangi, mari tetap semangat dan optimis. Saya yakin ke depan ada kebijakan anggaran yang lebih baik untuk Pemerintah Desa. Untuk sementara yang sudah terjadi kita ikuti saja dulu, kita tunggu saja semua pasti berproses semoga segera bisa terkendalikan. Oleh karena itu, kalau yang punya niat maju jadi Kepala Desa teruskan saja, niatan baik jangan ditunda selagi ada kesempatan”, pungkasnya. (r35).






