KABAROPOSISI.NET|Blora – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora tancap gas mempersiapkan sekolah-sekolah menuju predikat bergengsi Adiwiyata Nasional 2026. Selama lima hari, DLH menggelar pendampingan intensif bagi 26 Calon Sekolah Adiwiyata Nasional (CSAN) yang dipusatkan di Aula DLH Blora.
Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, melalui Kepala Bidang PKPPLH Muhamad Muniri menegaskan, langkah ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membangun budaya peduli lingkungan di dunia pendidikan. Pendampingan ini dinilai krusial, terutama karena adanya pembaruan regulasi dan sistem pelaporan berbasis digital.
Muniri menjelaskan, materi utama yang diberikan berfokus pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Adiwiyata. Selain itu, sekolah juga diarahkan untuk memastikan kelengkapan syarat administrasi sebelum masuk ke tahap pengisian aplikasi SIDIA yang masih dalam proses penyesuaian juknis terbaru.
“Fokus saat ini masih pada pemenuhan syarat. Aplikasi SIDIA belum digunakan karena juknisnya baru, sehingga perlu sinkronisasi terlebih dahulu,” tegas Muniri.
Pendampingan dilakukan secara bertahap agar setiap sekolah mendapatkan asistensi maksimal dan detail. Mulai dari jenjang SMP hingga SD, seluruh peserta dibagi dalam lima hari pelaksanaan, mencakup berbagai kecamatan di Kabupaten Blora.
Lebih dari sekadar mengejar penghargaan, Muniri menekankan bahwa Adiwiyata adalah proses membangun karakter siswa yang peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan nyata, mulai dari pengelolaan sampah, efisiensi energi, hingga penghijauan lingkungan sekolah.
Ke depan, melalui aplikasi SIDIA, setiap sekolah dituntut mampu mendokumentasikan inovasi dan praktik baik pengelolaan lingkungan secara sistematis dan terukur.
Dengan persiapan yang matang dan pendampingan yang terarah, DLH Blora optimistis 26 sekolah tersebut mampu menembus seleksi ketat dan meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional 2026. (GaS)
