Aksi Run River Lintas Pulau Gaungkan Sungai Tanpa Sampah, Tiga Pelari Prancis Singgah di Blora

KABAROPOSISI.NET|Blora — Gerakan lingkungan lintas pulau bertajuk “Run River” terus menyuarakan pentingnya menjaga sungai dari pencemaran sampah. Tiga pelari asal Prancis yang menginisiasi aksi ini tiba di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2026), setelah menempuh ratusan kilometer perjalanan dari Bali menuju Jakarta.

Kampanye penyelamatan lingkungan melalui pendekatan unik kembali menarik perhatian publik. Tiga aktivis lingkungan asal Prancis menjalankan misi “Run River” dengan berlari sejauh 25–30 kilometer setiap hari, menyusuri berbagai daerah untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya sampah sungai.

Bacaan Lainnya

Di Kabupaten Blora, rangkaian kegiatan dipusatkan di wilayah Cepu sejak pagi hingga sore hari. Agenda meliputi aksi bersih Sungai Megal serta penanaman pohon di kawasan Embung Lebok sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan.

Sebanyak 100 bibit pohon disiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama PUPR untuk mendukung kegiatan tersebut. Bibit yang ditanam terdiri dari ketapang kencana, mangga Thailand, alpukat aligator, matoa, dan nangka, masing-masing sebanyak 20 batang.

Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan, gerakan tersebut tidak berhenti di Cepu, tetapi akan berlanjut ke sejumlah wilayah lain.

Atlit/komunitas lari dari Cepu antusias mengikuti kegiatan bersama aktifis lingkungan dari Perancis

“Setelah dari sini, kegiatan dilanjutkan ke pendopo, kemudian Sabtu diteruskan dengan rute Cepu, Randublatung, Bledug Kuwu hingga wilayah Grobogan. Kami juga berkoordinasi untuk pengawalan selama perjalanan,” ujarnya.

Salah satu pelari sekaligus aktivis lingkungan asal Prancis, Gerry, menegaskan bahwa gerakan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi pencemaran laut yang sebagian besar bersumber dari sungai.

“Sekitar 80 persen sampah di laut berasal dari sungai. Ketika hujan, sampah langsung terbawa ke aliran sungai hingga ke laut, bahkan bisa sampai ke negara lain seperti Australia dan Malaysia,” kata Gerry.

Ia menambahkan, metode kampanye dengan berlari dipilih agar lebih efektif menjangkau masyarakat secara langsung. Dengan cara tersebut, para pelari dapat berinteraksi, berdialog, serta menyampaikan pesan lingkungan secara lebih personal.

“Kalau naik kendaraan, kita hanya lewat. Tapi dengan berlari, kami bisa berhenti, berbicara dengan warga, dan membangun kesadaran bersama,” ujarnya.

Pelari lainnya, yang akrab disapa Sam atau Samsudin, mengungkapkan bahwa perjalanan ini telah memasuki hari ke-27 dengan total jarak tempuh sekitar 600 kilometer sejak dari Bali. Ia menyebutkan, Cepu menjadi titik pertama di Jawa Tengah setelah menuntaskan rute di Jawa Timur.

“Setiap hari kami berlari sekitar 25 kilometer. Ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga upaya mengajak semua pihak menjaga lingkungan. Indonesia sudah menjadi rumah kami, jadi ini tanggung jawab bersama,” ucapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk komunitas lokal dan kelompok PKK yang turut ambil bagian dalam aksi bersih sungai dan penanaman pohon.

Gerakan “Run River” diharapkan mampu menjadi pemantik kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan pendekatan kolaboratif dan edukatif, aksi lintas daerah ini diharapkan tidak hanya menjadi kampanye sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dalam mewujudkan sungai bersih dan lingkungan yang lebih lestari di Indonesia. (GaS)

Pos terkait